
Masyarakat Sigi Butuh Jamban

...selain membutuhkan sarana mencuci, dan kakus masyarakat juga membutuhkan penerangan listrik melalui listrik tenaga surya.
Palu - Sebagian masyarakat Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, butuh bantuan pembangunan jamban karena selama ini warga setempat hanya buang air besar di hutan-hutan.
Anggota DPRD Sulawesi Tengah asal daerah pemilihan Sigi dan Donggala Rusli Dg Palabbi di Palu, Rabu, mengatakan, sejak 60 kepala keluarga bermukim di Dusun Tomado, Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, puluhan tahun lalu, sejak itu pula masyarakat hanya buang air besar di hutan-hutan.
"Air bersih saja baru mereka nikmati tahun lalu. Puluhan tahun mereka memikul air sejauh tiga kilometer hanya untuk memasak dan minum," kata Rusli memaparkan hasil kunjungan kerjanya di desa yang berjarak sekitar 50 kilometer arah selatan Kota Palu itu.
Rusli mengatakan, pembangunan sarana air bersih di desa itu baru bisa dibangun setelah dirinya bersikap keras kepada Badan Anggaran Legislatif dan eksekutif untuk mengalokasikan anggaran pembangunan saran air bersih.
"Sekarang mereka tidak perlu memikul air lagi sejauh tiga kilometer. Sudah dibangun aliran air sampai ke pemukiman penduduk," katanya.
Dia mengatakan, selain membutuhkan sarana mencuci, dan kakus masyarakat juga membutuhkan penerangan listrik melalui listrik tenaga surya.
Rusli mengatakan, sejak Indonesia merdeka warga di Dusun Tomado tersebut belum pernah menikmati listrik. Mereka kata dia, juga berhak atas penerangan dari pemerintah.
Menurut Rusli, akses jalan untuk bisa mencapai dusun tersebut sudah tersedia jalan untuk roda empat, tetapi jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui karena kondisinya memprihatinkan.
Selama ini jalan tersebut hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Itupun harus dilintasi dengan hati-hati.
Rusli mengatakan, akibat keterbatasan akses jalan tersebut sehingga masyarakat sulit menjual hasil perkebunan mereka seperti kakao, kemiri dan tanaman jangka pendek seperti ubi.
Kondisi ini kata dia membuat ekonomi masyarakat di dusun itu sulit berkembang.
Untuk membangun rumah saja, mereka hanya mamampu membangun pondok yang didiami dua sampai tiga kepala rumah tangga. (A055)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
