Kota Palu (ANTARA) - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng) Zainal Abidin mengatakan peran santri amat strategis menjaga kerukunan umat beragama dan keutuhan bangsa.
"Santri tidak hanya dikenal sebagai sosok yang mahir membaca dan memahami kitab kuning, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Santri masa kini bukan hanya pandai dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang kehidupan sosial masyarakat," kata Zainal Abidin di Kota Palu, Rabu, menanggapi Hari Santri Nasional 2025.
Ia mengemukakan di bidang keagamaan, santri menempati posisi penting sebagai garda paling depan dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Nilai-nilai ajaran para kiai yang menanamkan rasa cinta tanah air, pandangan keagamaan yang moderat menjadi kekuatan moral yang memperkokoh persatuan bangsa.
“Santri adalah perekat kehidupan berbangsa. Ajaran kiai yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air sudah terbukti melahirkan generasi yang siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.
Dalam sendi-sendi kehidupan yang penuh dinamika, merawat kerukunan salah satu jalan memperkuat perdamaian yang sudah tertanam sejak lama, maka santri sebagai insan berpendidikan harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai di lingkungan sosial.
Menurut dia, pemerintah juga perlu memberikan perhatian terhadap pesantren dan peran santri terus ditingkatkan, karena mereka bagian dari aset besar bagi kemajuan bangsa di masa depan.
"Kemajuan pesantren beserta santri merupakan modal utama membangun peradaban manusia di negeri ini, maka kehadiran negara sangat penting supaya pesantren semakin berdaya," ucap Zainal yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ia menambahkan, perpaduan antara ilmu pengetahuan dan budi pekerti luhur yang dimiliki santri menjadi modal menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Karakter utama seorang santri adalah memiliki budi pekerti yang luhur. Ilmu dan akhlak harus berjalan beriringan, itulah ciri khas santri sejati," kata dia menuturkan.
