
Pemkot Palu berupaya kendalikan laju inflasi melalui pasar murah

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) berupaya mengendalikan laju inflasi dengan menggelar operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Pasar murah dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu Andriani di Palu, Rabu.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Palu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat, sekaligus meringankan beban masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu, operasi pasar murah yang dilaksanakan selama dua hari mulai 28–29 Oktober ini juga dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan menekan laju inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, tingkat inflasi Kota Palu pada September 2025 tercatat sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,97 yang menempatkan Kota Palu sebagai daerah dengan inflasi terendah di Sulawesi Tengah.
Dalam operasi pasar murah itu, Pemerintah Kota Palu melalui Disperindag menyediakan 140 sak beras, 1 ton gula pasir, 1 ton minyak goreng, masing-masing 150 kilogram bawang merah dan bawang putih, serta 600 kilogram tepung terigu.
Beras kemasan ukuran 5 kilogram Rp50 ribu, gula pasir Rp12.500 per kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per liter, bawang merah Rp33 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, dan tepung terigu Rp7.500 per kilogram.
Andriani mengatakan seluruh bahan kebutuhan pokok tersebut dijual dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah.
“Bahan pokok bersubsidi di pasar murah ini ada beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, susu, dan tepung terigu. Jadi memang untuk Pemerintah Kota Palu punya aturan penerima subsidi itu harus masyarakat Kota Palu yang masuk dalam DTKS dan PKH,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap masyarakat manfaatkan momentum seperti ini berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga relatif terjangkau.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
