Logo Header Antaranews Sulteng

BMKG gandeng Pemkot-Palu laksanakan sekolah lapangan kebencanaan

Kamis, 30 Oktober 2025 18:20 WIB
Image Print
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sujabat (kanan) memberikan cinderamata kepada Pemkot Palu diterima Asisten bidang Administrasi Umum Setda Kota Palu Eka Komalasari dalam kegiatan sekolah lapangan kebencanaan berlangsung di Palu, Kamis (30/10/2025). ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah melaksanakan sekolah lapangan terkait kebencanaan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam.

"Sekolah lapangan kebencanaan upaya kami untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempa, tsunami dan likuefaksi," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Palu Sujabat dalam kegiatan sekolah lapangan kebencanaan di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan penguatan koordinasi kebencanaan harus dilakukan secara kolektif lintas sektor dalam penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat, sehingga BMKG, pemerintah daerah (pemda) dan lembaga terkait lainnya memiliki satu kesamaan pandangan menyikapi potensi bencana.

"Sekolah lapangan kebencanaan juga memperkuat peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai ujung tombak dalam rantai komunikasi kebencanaan, untuk menyampaikan informasi yang benar dan arahan yang tepat kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, yang hadir secara daring mengatakan sekolah lapangan kebencanaan merupakan bagian penting dari program kesiapsiagaan bencana di Sulawesi Tengah, mengingat wilayah tersebut dilalui sesar aktif Palu Koro.

“Sesar Palu Koro menjadi perhatian utama para ilmuwan, terutama setelah peristiwa gempa tahun 2018. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak bencana,” ucapnya.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palu Eka Komalasari mengemukakan potensi kebencanaan di Kota Palu harus menjadi perhatian semua pihak, karena dampak yang ditimbulkan bencana alam dapat memberikan efek luas terhadap kelangsungan hidup.

“Gempa bukan sekadar catatan sejarah, tetapi kenyataan yang terus dirasakan warga Kota Palu. Getaran yang terjadi akhir-akhir ini menjadi tanda bahwa energi tektonik masih aktif,” kata dia.

Ia menegaskan melalui kegiatan sekolah lapangan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman potensi bencana, sekaligus menumbuhkan budaya siaga yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini bukan hanya agenda teknis, tetapi menjadi ruang untuk membangun kesadaran dan budaya siaga bencana di tengah masyarakat,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026