Logo Header Antaranews Sulteng

Reny A Lamadjido ingatkan edukasi keuangan harus dimulai sejak usia dini

Selasa, 18 November 2025 14:53 WIB
Image Print
Wagub Sulteng Reny A Lamadjido menghadiri.rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Palu, Selasa (18/11/2025). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengingatkan edukasi keuangan harus diberikan kepada masyarakat sejak usia dini sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah itu.

“Menabung harus dibiasakan sejak dini. Jangan dipersulit administrasinya. Kita ingin anak-anak termotivasi untuk belajar mengatur keuangan,” kata Reny A. Lamadjido pada rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulteng di Palu, Selasa.

Menurut dia, edukasi keuangan sejak usia sekolah penting untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda sehingga mereka lebih siap dalam mengelola keuangan, memahami risiko, serta memperluas inklusi keuangan di Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.

Ia mendorong perbankan untuk mempermudah proses pembukaan rekening pelajar di tingkat SD, SMP dan SMA agar budaya menabung dapat dibentuk sejak dini.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi perbankan yang aktif membuka layanan tabungan pelajar, namun meminta agar prosesnya semakin disederhanakan dan tidak membebani siswa dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, Wagub Sulteng juga menyampaikan pentingnya pengendalian kredit bermasalah serta mengingatkan lembaga keuangan untuk tidak membebani masyarakat dengan bunga tinggi.

“Tolong jangan terlalu tinggi bunganya. Banyak masyarakat kecil yang akhirnya terjebak karena beban bunga lebih besar dari pokok. Kita ingin hadir sebagai pelindung, bukan pemberat,” ujarnya.

Ia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh perbankan meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi yang lebih masif untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam pinjaman daring ilegal.

Reny menegaskan bahwa semangat “Berani Nambaso” harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam memperluas inklusi keuangan di Sulawesi Tengah.

Menurut dia, keberhasilan peningkatan inklusi keuangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, lembaga perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita harus berani keluar dari cara-cara konvensional. Berani berinovasi, memperkuat layanan keuangan, dan yang paling penting adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Untuk itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan akses keuangan di Sulawesi Tengah dan mengharapkan seluruh pihak terus memperkuat sinergi sehingga target inklusi keuangan berkelanjutan pada 2026 dapat tercapai.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026