Kak Seto kuatkan psikologis anak-anak terdampak banjir Padang

id kak seto,pendampingan psikologi anak,trauma healing,LPAI ,psikologis anak-anak korban banjir

Kak Seto kuatkan psikologis anak-anak terdampak banjir Padang

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang kerap Kak Seto (kanan) mendampingi anak didik membacakan puisi di Kota Padang, Kamis (8/1/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang kerap disapa Kak Seto memberikan penguatan dan pendampingan psikologis bagi anak-anak penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat.

"Pada dasarnya anak-anak mudah sekali terpengaruh trauma tapi begitu kami datang mereka juga terpengaruh suasana gembira," kata Ketua LPAI Seto Mulyadi di Kota Padang, Kamis.

Dalam pendampingan itu, ratusan anak didik tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas mendapatkan penguatan mental oleh Kak Seto. Anak-anak diajak bermain tebak-tebakan, bermain kuis, bernyanyi hingga mengasah kemampuan akademis.

Menurut Kak Seto, antusiasme anak-anak cukup tinggi selama mengikuti trauma healing. Hal itu tercermin dari interaksi dua arah yang dilakukannya bersama peserta didik.

Psikolog sekaligus peraih penghargaan Peace Messenger Award, New York dari Sekretaris Jenderal PBB, Javier Perez de Cuellar pada 1987 itu mengatakan saat ini yang terpenting ialah menjaga konsistensi lingkungan yang ramah anak pascabencana alam yang terjadi pada November 2025.

Menciptakan lingkungan yang ramah anak harus dilakukan di semua daerah terdampak khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Langkah ini penting untuk memastikan mereka segera pulih dari rasa trauma yang dialami.

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut mengatakan pendampingan mental bagi anak-anak harus melibatkan banyak pihak. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga lingkungan tempat tinggal.

Selain pendampingan psikososial, Kak Seto mengingatkan hal paling mendasar yang juga mesti diperhatikan terhadap anak-anak penyintas banjir bandang ialah kebutuhan fisik. Apalagi, hingga kini pembangunan hunian sementara (huntara) belum sepenuhnya tuntas di Provinsi Aceh, Sumatera Utara maupun di Sumatera Barat.

"Kebutuhan fisik artinya sandang, pangan, papan dan semuanya harus terpenuhi," kata dia.


Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.