Pemprov Sulteng dan ITB jajaki kerja sama pendidikan hingga riset

id Pemprov Sulteng ,Kerja sama dengan ITB,Kerja sama pendidikan dan riset ,Sulawesi Tengah

Pemprov Sulteng dan ITB  jajaki kerja sama pendidikan hingga riset

Gubernur Sulteng Anwar Hafid melakukan pertemuan dengan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pembangunan daerah. ANTARA/HO-Tim Media Berani

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menjajaki kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembangunan daerah.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam keterangannya di Palu, Kamis, mengatakan pendidikan menjadi prioritas utama pembangunan daerah guna meningkatkan kualitas SDM dan daya saing masyarakat.

“Masyarakat kami banyak menginginkan berkuliah di ITB. Jika memungkinkan, kami berharap dibukakan ruang kerja sama di bidang pendidikan, khususnya metalurgi dan bidang teknis lainnya,” kata Gubernur Anwar.

Gubernur Sulteng didampingi Ketua Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (PKA) Akris Fattah Yunus, Ketua Harian PKA Eva Bande, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulteng Sandra Tobondo, serta Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanzah DP melakukan pertemuan dengan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara beserta jajaran di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Anwar Hafid menyampaikan pihaknya saat ini menjalankan program unggulan Berani Cerdas yang berfokus pada pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa bagi mahasiswa asal Sulteng, baik melalui jalur prestasi maupun afirmasi.

Beasiswa tersebut mencakup pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana selama delapan semester.

Selain itu Pemprov Sulteng juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) di bidang metalurgi yang melibatkan 40 mahasiswa asal Sulteng.

Gubernur berharap kerja sama serupa dapat dikembangkan bersama ITB, terutama untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli di sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan nikel yang hingga kini masih mengalami keterbatasan SDM berkompeten.

Anwar Hafid menyampaikan pendidikan menjadi prioritas utama masa jabatannya, termasuk kerja sama di bidang tata ruang dan kajian kerusakan rumah warga di Desa Sulewana untuk penyelesaian konflik agraria secara objektif.

Karena itu ia mengharapkan kerja sama ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pembangunan berkelanjutan di Sulteng.

Sementara itu Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan pihaknya aktif menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah (pemda) dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, antara lain melalui program penyediaan air bersih di wilayah Indonesia timur serta kajian kebencanaan.

“Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di bidang perikanan, sumber daya alam, dan pengembangan ekonomi. ITB siap berkontribusi sesuai dengan kompetensi keilmuan yang kami miliki,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya pendampingan tata ruang terkait kerentanan bencana, serta menyarankan kerja sama tidak terbatas pada kelas khusus, melainkan melibatkan berbagai disiplin, seperti Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan program S2 profesional serta pengembangan kapasitas guru.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Irwan Meilano menyampaikan kesiapan ITB untuk menerima calon mahasiswa asal Sulteng, termasuk melalui program seleksi siswa unggul yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Ia juga menjelaskan ITB memiliki program metalurgi internasional yang bekerja sama dengan mitra Australia serta menjalin kolaborasi dengan industri di Morowali dan Fakultas Teknik Universitas Tadulako.

Sementara itu sebagai tindak lanjut, hasil pertemuan merekomendasikan agar koordinasi lanjutan segera dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulteng dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng.

Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.