Logo Header Antaranews Sulteng

Pengelolaan sampah diharapkan gunakan teknologi

Selasa, 27 Januari 2026 21:23 WIB
Image Print
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid (kanan) dan Menteri LH Hanif F Nurofiq (kiri) berdiskusi tentang pengelolaan sampah di kawasan perkotaan, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengemukakan pentingnya pengelolaan sampah di perkotaan setempat menggunakan hasil kemajuan teknologi agar efektif dan efisien, termasuk untuk mencegah muncul masalah lebih besar terkait dengan persampahan.

"Sampah bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah besar. Pengelolaan persampahan di kawasan perkotaan tidak cukup hanya dengan metode membuang ke tempat pembuangan akhir, perlu ada penggunaan teknologi dalam mengurai sampah," ujar Wali Kota Palu Hadianto Rasyid melalui keterangan tertulis diterima di Palu, Selasa.

Dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan kebersihan perkotaan, Pemkot Palu berkomitmen terus meningkatkan inovasi dan menjalin kerja sama strategis guna menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan demi peningkatan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya terus berupaya menekan timbulan sampah di Kota Palu, salah satunya memanfaatkan metode Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) tersebar di sejumlah kelurahan di daerah itu.

"Metode ini berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya dan mendaur ulang, sehingga sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir tinggal sisa sampah tidak dapat didaur ulang," katanya.

Selain itu, Pemkot Palu konsisten menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali pakai melalui Peraturan Wali Kota Palu Nomor 40 Tahun 2021 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Styrofoam, maupun Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menemui Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif F Nurofiq di Jakarta, membahas upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah perkotaan di ibu kota Provinsi Sulteng itu.

"Sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya.

Dalam pertemuan itu ia menyampaikan pentingnya dukungan dan sinergitas pemerintah pusat dalam penguatan kebijakan, teknologi, dan sistem pengelolaan sampah di daerah, supaya selaras dengan arah pembangunan nasional.

Kunjungan itu juga tindak lanjut hasil pertemuan sebelumnya antara Pemkot Palu dan Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) KLH, serta membahas rencana kerja sama pengolahan sampah antara Pemkot Palu dan investor Jepang.

Ia mengharapkan melalui pertemuan itu terwujud keselarasan kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah, sebagaimana tertuang dalam Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas) serta mendorong percepatan implementasi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan di daerah setempat.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026