Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii melaporkan pihaknya selama 2025 sudah melakukan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) dalam 2.766 kejadian dengan jumlah korban 16.996 orang.
"Sebanyak 2.766 operasi meliputi 4 operasi SAR kecelakaan pesawat udara, kecelakaan kapal 926 operasi SAR, 163 operasi terkait bencana, 1.591 operasi SAR kondisi membahayakan manusia dan 82 operasi terkait kecelakaan dengan penanganan khusus," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Dari jumlah kejadian tersebut, tercatat 16.996 korban dengan rincian 13.579 orang berhasil diselamatkan, 2.698 orang meninggal dunia dan 719 orang berstatus hilang.
Dalam kesempatan itu dia juga menyoroti sejumlah kegiatan operasi SAR yang menjadi perhatian termasuk kecelakaan pesawat latih PK-S126 di Kabupaten Bogor pada Agustus 2025, kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, bencana longsor di Kabupaten Pekalongan serta operasi SAR kejadian rubuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo.
Dia memaparkan dalam indikator keberhasilan evakuasi korban pencarian dan pertolongan, dari target 98 persen pada tahun lalu tercapai dengan persentase 95,46 persen.
Sementara untuk persentase pemenuhan infrastruktur pencarian dan pertolongan adalah 37,88 persen dari target 44,59 persen. Untuk ketersediaan sumber daya manusia pencarian dan pertolongan dari target 12.558 orang, tercatat 14.860 orang pada tahun 2025.
"Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor dalam operasi salah satunya yaitu cuaca yang tidak mendukung dalam pelaksanaan operasi. Kemudian kondisi medan yang memang tidak semuanya terjangkau sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke lokasi kemudian perubahan kondisi akibat bencana sekunder," jelasnya.
