Logo Header Antaranews Sulteng

Misi flotilla terbaru 100 kapal ke Gaza berlayar dari Barcelona April

Kamis, 26 Februari 2026 09:07 WIB
Image Print
Arsip - Peserta yang tergabung dalam Global Peace Convoy membawa poster dukungan saat aksi mengawal Global Sumud Flotilla di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (3/10/2025). Aksi tersebut menuntut pembebasan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dalam misi kemanusiaan internasional yang dicegat angkatan laut Israel di perairan internasional saat menuju Gaza, Palestina. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.)

Istanbul (ANTARA) - Aktivis internasional meluncurkan sebuah misi flotilla kemanusiaan baru bagi rakyat Palestina, dengan pelayaran ke Jalur Gaza dijadwalkan April mendatang, menurut penyelenggara misi.

"Freedom and Resilience Flotilla akan berlayar dari Barcelona pada 12 April," kata penyelenggara misi kemanusiaan tersebut.

Misi flotilla terbaru itu diperkirakan akan melibatkan 100 kapal dengan aktivis yang berasal dari 150 negara. Flotilla dijadwalkan singgah di Italia, Tunisia, dan sejumlah pelabuhan lain di Laut Mediterania sebelum tiba di Gaza.

"Freedom and Resilience Flotilla" menyusul misi fllotilla bantuan kemanusiaan sebelumnya yang pada Oktober 2025 dicegat pasukan Zionis Israel.

Para aktivis yang ditangkap saat itu kemudian dideportasi.

Kementerian Luar Negeri Turki menyebut langkah Israel itu sebagai "tindak pembajakan" dan menegaskan serangan terhadap aktivis damai sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

Dalam sebuah konferensi pers di Istanbul, Rabu, juru bicara aktivis Turki Dilek Tekocak menyatakan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat buruk meski di tengah berlakunya gencatan senjata, dengan 477 warga Palestina di wilayah tersebut tewas sepanjang periode tersebut.

"Misi ini bukan hanya merupakan kampanye bantuan kemanusiaan yang dilangsungkan setelah mekanisme internasional yang ada terbukti gagal. Misi ini juga merupakan perlawanan sipil secara damai terhadap blokade ilegal pada taraf global," kata Tekocak.

Sementara itu, otoritas kesehatan di Jalur Gaza memperkirakan bahwa sudah lebih dari 72.000 orang tewas di wilayah tersebut sejak Oktober 2023, dengan perkiraan korban luka di periode yang sama melampaui 171.000 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026