Logo Header Antaranews Sulteng

Trump: AS tak butuh lagi bantuan NATO untuk amankan Selat Hormuz

Rabu, 18 Maret 2026 10:37 WIB
Image Print
Sebuah kapal komersial terlihat berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab, di Selat Hormuz, Dubai pada 2 Maret 2026. Peningkatan lalu lintas maritim menyebabkan penumpukan kapal yang menunggu di dekat Dubai, menyoroti pentingnya strategis selat tersebut, yang menangani 20 persen perdagangan energi global. ANTARA/Stringer/Anadolu/pri.

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak lagi membutuhkan bantuan negara-negara anggota NATO untuk mengamankan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.

"Amerika Serikat telah diberi tahu oleh sebagian besar 'sekutu' kami di NATO bahwa mereka tak ingin terlibat dalam operasi militer kami melawan rezim Iran," kata Trump di Truth Social, Selasa (17/3).
"Karena keberhasilan militer yang telah kami capai, kami tidak lagi membutuhkan atau menginginkan bantuan negara-negara NATO — kami memang tak pernah membutuhkannya," katanya.
Sebelumnya, Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk mengamankan salah satu jalur pelayaran terpenting dunia bagi perdagangan minyak global.
Trump mengaku tidak yakin para sekutu di NATO bersedia membela AS, berbeda dengan komitmen AS terhadap aliansi pertahanan tersebut.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand sebelumnya mengatakan negaranya tidak mengetahui adanya permintaan dari AS agar negara-negara NATO bergabung dalam operasi melawan Iran atau membantu menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan target-target militer AS di seluruh Timur Tengah.
Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani pekan lalu mengatakan Iran tidak bermaksud menutup Selat Hormuz, tetapi memiliki hak untuk menjaga keamanan di jalur pelayaran tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026