
Krisis energi: Korsel dapat prioritas suplai minyak dari UEA
Kamis, 19 Maret 2026 14:01 WIB

Seoul (ANTARA) - Korea Selatan telah mencapai kesepakatan dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk pengantaran minyak prioritas di tengah krisis energi akibat diblokirnya Selat Hormuz untuk pelayaran.
Kepala Staf Kepresidenan dan Duta Khusus Kerja Sama Ekonomi Strategis Korea Selatan (Korsel) Kang Hoon-sik dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (18/3) mengatakan kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan di antara para pejabat kedua negara.Pertemuan tersebut membahas langkah kerja sama konkret di tengah krisis Timur Tengah dan upaya meningkatkan rasa percaya antara mitra dan sekutu lama, kata Kang.
Ia mengatakan dalam kunjungan ke UEA tersebut, ia menyampaikan surat pribadi dari Presiden Korsel Lee Jae-myung kepada Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, yang isinya mengungkapkan keprihatinan terhadap situasi di Timur Tengah serta dukungan kepada rakyat UEA.
Kunjungan itu menghasilkan kesepakatan energi, di mana UEA berjanji memprioritaskan pasokan minyak ke Korsel di tengah krisis minyak global, kata Kang.
"Hal tersebut tertulis jelas: 'Tak ada negara yang akan menerima minyak sebelum Korea Selatan. Korea Selatan adalah prioritas utama untuk suplai minyak,'" katanya
Ia menjelaskan bahwa 70 persen dari impor minyak Korsel dikapalkan melalui Selat Hormuz yang kini ditutup. Karena itu, Seoul berupaya mencari rute alternatif, dan kedua pihak menyetujui impor mendesak dengan total 18 juta barel minyak yang akan diantar melalui berbagai rute.
Melalui perjanjian tersebut, pengiriman minyak akan dilakukan oleh kapal tanker UEA dan Korsel. Tiga kapal UEA membawa 6 juta barel dan enam kapal tanker Korsel mengangkut 12 juta barel.
Kang memastikan sebuah kapal tanker nafta sudah dalam perjalanan ke Korsel.
Pengiriman sebelumnya mencapai 6 juta barel, sehingga total pasokan minyak darurat yang diperoleh Korsel dari UEA kini mencapai 24 juta barel, katanya.
Kedua pihak juga sepakat menjajaki kerja sama jangka panjang, termasuk nota kesepahaman terkait rantai pasok minyak untuk mengidentifikasi rute pengapalan alternatif dan koordinasi bersama di tengah disrupsi energi global.
Kang Hoon-sik juga menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin UEA yang telah menjamin kepulangan warga Korsel dari kawasan Teluk dengan selamat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
