
Perayaan Natal di Sulteng aman dan damai
Senin, 18 Desember 2017 13:04 WIB

Kaleb: saya optimistis suasana damai ini akan terpelihara hingga 2018
Palu (Antaranews.com) - Perayaan Natal yang diselenggarakan umat Kristiani melalui ibadah-ibadah di berbagai gereja dan perkumpulan ummat lainnya di seluruh wilayah Sulawesi Tengah sejak akhir November 2017 hingga saat ini berjalan aman, tertib dan tenteram penuh kedamaian.
"Sampai saat ini semua ibadah dan perayaan Natal berjaan damai, tidak ada laporan soal adanya gangguan dari pihak-pihak manapun. Saya optimistis situasi ini akan tetap terjaga hingga Tahun 2018," kata Kaleb Toki'i, S.Sos,MSi di Palu, Minggu malam.
Kaleb yang menjabat sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen (Bimas Kristen) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah mengemukakan hal itu setelah menghadiri perayaan Natal jemaat Gereja International Full Gospel Felloship (IFGF) Palu.
Hadir dalam ibadah ini Peyelenggara Bimas Kristen Kota Palu Pdt Martinus Bonggili, SH.MTh yang juga bertindak selaku penghotbah (khadim), Wakil Ketua DPD Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt Dr Jefit Sumampow, MTh, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kota Palu Dr Loddy Surentu, MPd.MM, dan Ketua DPC API Kota Palu yang juga pimpinan Gereja IFGF Palu Pdt Ko Agung Susilo, MTh.
Menurut Kaleb, pada Minggu malam itu, di seluruh Sulawesi Tengah dilaporkan ada sedikitnya 186 ibadah Natal yang diselenggarakan.
"Setiap hari saya menerima laporan dari Pembimas Kristen seluruh Kantor Departemen Agama kabupaten/kota mengenai penyelenggaraan ibadah Natal. Malam ini saja, tercatat 186 ibadah Natal, mungkin ada juga yang belum sempat dilaporkan, jadi jumlah rillnya pasti lebih banyak lagi," ujarnya.
Ia menghimbau seluruh pimpinan gereja, tokoh-tokoh agama Kristen dan seluruh umat Kristiani agar terus menjadi pelopor terwujudnya kedamaian dalam interaksi antarummat beragama dan interen umat Kristen di daerah ini.
"Sesuai dengan thema perayaan Natal PGI-KWI Tahun 2017, Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah di dalam Hatimu, benar-benar akan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, pekerjaan, dan lingkungan bermasyarakat yang lebih besar hingga lingkungan antarummat lintas agama," ujarnya.
Kaleb Toki'i memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah yang semakin kuat menjaga dan meningkatkan hubungan silaturahmi, memiliki semangat persatuan dan kesatuan, toleransi dan interaksi yang harmonis tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan yang sangat heterogen.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada aparat keamanan baik polisi maupun TNI mulai dari tingkat provinsi sampai desa-desa yang sangat proaktif membina dan mengarahkan masyarakat sehingga suasana aman, tenteran dan damai ini bisa tercipta begitu indah.
Menurut catatan Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulteng, di provinsi berpenduduk hampir tiga juta jiwa ini terdapat sebanyak 2.803 gereja yang bernaung di bawah 50 denominasi gereja.
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
