
Mensos pastikan pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat transparan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan seluruh proses pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) melalui APBN tahun anggaran 2025 dan 2026 telah dilakukan melalui mekanisme yang transparan, profesional, dan sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan.
"Tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan. Mekanisme pengadaan. Penanggung jawabnya adalah PPK atau Pokja. Proses dilalui dan pemenangnya tentu yang paling murah dan memenuhi standar yang telah ditetapkan," kata Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dia menegaskan bahwa penetapan harga telah melalui tahapan survei pasar dan konsultasi sebelum ditetapkan sebagai pagu dan pemenang tender merupakan pihak yang menawarkan harga paling kompetitif namun tetap memenuhi spesifikasi serta standar teknis.
Hal tersebut dijelaskannya untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait foto pemberian sepatu bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Menurut dia, sepatu dalam foto tersebut merupakan bantuan khusus dari Gubernur Jatim, bukan merupakan bagian dari unit pengadaan Kementerian Sosial.
"Itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat saat acara di Jawa Timur, bukan pengadaan dari Kemensos. Sepatunya dari Ibu Khofifah, itu sumbangan. Jadi jangan salah paham karena gambarnya keliru," tegasnya.
Dalam paparannya, Mensos merinci bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat mendapatkan empat pasang sepatu yang terdiri dari sepatu harian (sneakers), sepatu olahraga, sepatu Pakaian Dinas Harian (PDH), dan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL).
Seluruh item tersebut merupakan produk dalam negeri sebagai bentuk komitmen terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Berdasarkan data realisasi, harga sepatu PDL siswa memiliki pagu Rp700.000 dengan harga realisasi lelang sebesar Rp640.000. Sementara untuk sepatu harian jenjang SMP dan SMA, harga realisasi mencapai Rp300.000 dari pagu Rp500.000, dan jenjang SD sebesar Rp250.000.
"Setiap siswa dapat empat pasang sepatu. Semuanya sudah include dengan kaos kakinya. Kami terbuka untuk diaudit dan dicek apakah sudah memenuhi standar atau belum. Ini adalah bentuk afirmasi kita terhadap produk dalam negeri," cetusnya.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
