
Pemprov-Sulteng minta APJI turut jaga kualitas makanan program MBG

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), untuk turut menjaga higienitas dan kualitas penyajian makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya sebagai tenaga kesehatan meminta aspek higienitas benar-benar menjadi perhatian utama. Program pemenuhan gizi sangat baik, tetapi penyajian makanan harus sehat, bersih, dan tepat waktu agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak,” kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido.
Saat membuka Rapat Kerja Daerah ke-VI APJI Sulteng di Palu, Rabu, Reny mengatakan, kebersihan makanan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan seluruh usaha jasa boga, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, khususnya pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia juga mengapresiasi kreativitas pelaku usaha kuliner yang mulai menghadirkan sajian dengan tampilan menarik dan porsi yang lebih praktis, termasuk pengembangan kue dan makanan khas daerah yang dinilai memiliki potensi besar menjadi identitas kuliner Sulawesi Tengah.
Wagub menekankan Rakerda APJI memiliki arti penting dan strategis karena menjadi forum konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, sekaligus perumusan arah kebijakan organisasi dalam menghadapi tantangan industri jasa boga yang terus berkembang.
“Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, sektor jasa boga dituntut terus bertransformasi. Pelayanan berkualitas, higienitas makanan, inovasi menu, pemanfaatan teknologi digital, hingga kemampuan membaca kebutuhan pasar jadi faktor utama dalam memenangkan persaingan,” katanya.
Selain itu, seluruh anggota APJI diharapkan terus menjaga standar kebersihan, keamanan pangan, dan pelayanan terbaik demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa boga daerah.
Sementara itu, Ketua DPD APJI Sulteng Imelda Liliana Muhidin, mengatakan tema Rakerda tahun ini menjadi arah perjuangan organisasi untuk hadir sebagai wadah yang aktif, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, APJI juga aktif menggelar berbagai pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku jasa boga, termasuk pelatihan Chef de Partie yang menjadi salah satu syarat bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dari 29 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 23 peserta dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan sertifikasi Chef de Partie. Sertifikasi ini sangat dibutuhkan bagi dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Rakerda VI APJI Sulawesi Tengah turut dirangkaikan dengan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diikuti 25 pelaku usaha, termasuk lima UMKM disabilitas. Kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi talkshow terkait pengembangan UMKM dan jasa boga daerah.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
