Logo Header Antaranews Sulteng

Ditresnarkoba Polda Sulteng tingkatkan pengawasan peredaran narkoba

Kamis, 4 Juni 2026 19:37 WIB
Image Print
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi bahaya narkoba sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap ancaman narkotika di lingkungan sekolah di SMA 2 Palu. ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng

Palu (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika guna menekan penyalahgunaan narkoba serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

“Partisipasi masyarakat sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Informasi dari masyarakat sering kali menjadi pintu awal pengungkapan kasus narkotika,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Pribadi Sembiring di Palu, Kamis.

Ia mengatakan peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan pembangunan daerah di Sulawesi Tengah.

Menurut dia, berbagai jenis narkotika masih ditemukan beredar di sejumlah wilayah dengan sabu-sabu menjadi jenis yang paling dominan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola peredaran narkoba juga semakin kompleks dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana komunikasi maupun transaksi.

Dia mengungkapkan generasi muda menjadi sasaran utama jaringan narkotika karena berada pada fase pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta lebih mudah dipengaruhi lingkungan dan pergaulan.

Oleh karena itu, kata dia, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak usia dini baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Dalam upaya pemberantasan narkoba, lanjut dia, aparat kepolisian menghadapi berbagai tantangan, mulai dari jaringan yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi hingga munculnya berbagai modus operandi baru untuk menghindari pengawasan aparat.

Selain itu, luasnya wilayah pengawasan serta keterlibatan jaringan yang terorganisir juga menjadi tantangan tersendiri, terutama pada sejumlah wilayah dengan aktivitas ekonomi, mobilitas penduduk, dan jalur transportasi yang cukup tinggi.

Ia mengatakan meski demikian, Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tengah terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di seluruh wilayah hukum melalui strategi yang mencakup penegakan hukum, pengembangan jaringan intelijen, pemanfaatan teknologi informasi, pengawasan jalur distribusi, serta kerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Selain tindakan represif, pihaknya juga mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi, penyuluhan, kampanye anti narkoba, serta program edukasi di sekolah dan kampus guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh narkoba.

Ia berpesan kepada generasi muda Sulawesi Tengah agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun karena penyalahgunaan narkoba sering kali berawal dari rasa penasaran yang akhirnya berujung pada ketergantungan dan kerusakan masa depan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian atau pihak berwenang apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Ia memastikan identitas pelapor akan dirahasiakan sehingga masyarakat tidak perlu takut memberikan informasi.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan memperkuat komitmen dalam memerangi narkoba karena menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Sulawesi Tengah yang aman, sehat, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026