Logo Header Antaranews Sulteng

DJPb: Realisasi pendapatan APBN Sulteng capai Rp3,51 triliun per Mei

Kamis, 2 Juli 2026 20:01 WIB
Image Print
Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Tengah Teddy Suhartadi Permadi menjelaskan kondisi fiskal APBN dan APBN Sulteng pada kegiatan Journalist Update di Palu, Kamis (2/7/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat realisasi pendapatan APBN Regional Sulteng hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp3,51 triliun atau 39,18 persen dari target.

“Sampai dengan 31 Mei 2026, pendapatan APBN telah terealisasi sebesar Rp3,51 triliun atau 39,18 persen dari target, dan mengalami pertumbuhan sebesar 12,8 persen secara year on year (yoy),” kata Kepala Kanwil DJPb Sulteng Teddy Suhartadi Permadi pada kegiatan Journalist Update, di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan pendapatan APBN didominasi oleh penerimaan perpajakan, terutama pajak dalam negeri dengan realisasi sebesar Rp1,59 triliun atau 27,28 persen dari target dan mengalami kontraksi sebesar 18,69 persen yoy.

Sementara dari sisi belanja APBN, hingga 31 Mei 2026 telah terealisasi sebesar Rp8,85 triliun atau 41,94 persen dari pagu dengan pertumbuhan sebesar 6,49 persen yoy.

Ia menjelaskan realisasi belanja APBN didominasi oleh belanja Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,2 triliun dengan rincian Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp4,41 triliun, dan Dana Transfer Khusus sebesar Rp1,15 triliun.

Kemudian, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp2,35 miliar, DAK Nonfisik sebesar Rp1,14 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp438,02 miliar, dan Dana Desa sebesar Rp292,74 miliar.

Teddy mengatakan sinergi APBN dan APBD menjadi krusial untuk memastikan efektivitas belanja publik, memperkuat pelayanan dasar, dan mendorong sektor-sektor prioritas guna meningkatkan daya saing serta ketahanan ekonomi wilayah.

Lebih lanjut, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulteng hingga Mei 2026 mencapai 8,32 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,61 persen yoy.

Ia mengatakan Sulteng saat ini berada di peringkat ketiga nasional dalam pertumbuhan ekonomi setelah Maluku Utara dan Nusa Tenggara Barat.

Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut disumbang oleh lapangan usaha industri pengolahan, terutama komoditas besi baja, nikel, dan kokas, serta lapangan usaha administrasi pemerintahan yang didorong oleh belanja pemerintah melalui APBN dan APBD di Sulteng.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026