Logo Header Antaranews Sulteng

Menko-Pangan pastikan pupuk bersubsidi tersedia untuk petani Sulteng

Minggu, 5 Juli 2026 17:38 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan kepada awak media usai kunjungan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. ANTARA/Rifki Hasan

Sigi (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk para petani di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebelum memasuki masa musim tanam.

"Tentunya pemerintah hadir guna memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi, berjalan lancar dan bisa ditebus para petani," kata Zulhas saat berkunjung di Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu.

Ia mengemukakan pentingnya ketersediaan pupuk sebelum musim tanam guna meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di Sulawesi Tengah.

"Jadi kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian," ucapnya.

Menurut dia, pemerintah telah melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sehingga prosesnya lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses petani.

"Perlu adanya reformasi dilakukan melalui penyederhanaan regulasi dan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi," sebutnya.

Ia menuturkan nantinya kebijakan tersebut bisa memberikan dampak nyata agar memberikan kepastian bagi petani untuk memulai musim tanam tanpa terkendala ketersediaan pupuk.

"Pastinya pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup dan harganya mendapat diskon," kata dia.

Zulhas menyebutkan penyaluran pupuk yang tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Ketersediaan pupuk sebelum musim tanam dapat meningkatkan produksi pertanian mencapai 8 persen.

"Jika pupuk lancar dan sudah tersedia sebelum musim tanam, produksi pertanian bisa naik. Jadi pupuk sangat penting bagi petani agar produktivitasnya meningkat," ujarnya.

Diketahui untuk Sulawesi Tengah, realisasi penebusan pupuk bersubsidi mencapai 42 persen, atau 68.459 ton dari alokasi sebesar 161.400 ton terdiri dari Urea 23.668 ton, NPK Phonska 33.249 ton, NPK Khusus Kakao 10.432 ton, pupuk organik 1.038 ton, dan SP-36.

Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Tengah sebesar 14.805 ton.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026