
Wartawan Jangan Minta Hak Istimewa

Gorontalo, (ANTARA Sulteng) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Gorontalo Azhari Thalib menegaskan wartawan jangan minta hak istimewa dalam melaksanakan peliputan ataupun pekerjaannya.
Menurut dia, semua warga negera Indonesia berhak untuk mendapat perlakukan ataupun perlindungan dalam melaksanakan pekerjaannya, jadi wartawan jangan minta hak yang istimewa ataupun harus dilindungi.
"Dalams etiap aksi yang berdampak kekerasan, pewarta harus mampu melindungi dirinya," kata Azhari, Jumat.
Dia menjelaskan, jika dalam melaksanakan pekerjaannya pewarta selalu minta perlindungan ataupun jaminan keselamatan, maka hal yang sama berlaku pula pada setiap pekerja.
Menurut dia, tidak ada suatu pekerjaan yang tidak berresiko apalagi bagi pewarta ataupun jurnalis, sehingga harus mampu melindungi dirinya sendiri dan tentunya berpatokan pada kode etik jurnalistik.
Jika dalam melaksanakan peliputan seperti aksi demo yang berujung pada anarki, seorang pewarta tidak memperdulikan keselamatannya, maka pasti dirinya akan konyol dan yang merasakan dampaknya adalah dirinya sendiri.
Begitu juga dalam hal menyiarkan suatu berita ataupun informasi pada publik, maka harus berpatokan pada kode etik jurnalistik, sehingga jika ada yang meras dirugikan pimpinan pewarta bisa bertangung jawab.
"Jangan bertindak tidak sesuai dengan aturan dalam melaksanakan peliputan ataupun penyiaran berita," kata Azhari. (M031)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
