Kasdam XIII/Merdeka buka Opster Ketiga di Poso

id merdeka,pangdam,poso

Kasdam Brigjen TNI Fajar Setiawan menyerahkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Poso, Senin (12/3) (Antaranews Sulteng/Istimewa)

Poso,  (Antaranews Sulteng) - Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito diwakili Kepala Staf Kodam (Kasdam) Brigjen TNI Fajar Setyawan membuka Operasi Teritorial (Opster) TNI yang ketiga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Pembukaan itu, ditandai dengan pemukulan pentungan bambu, disaksikan Bupati Poso Darmin Sigilipu dan ribuan warga dan anggota TNI-Polri, di lapangan sepak bola Desa Mapane, Kecamatan Poso Pesisir, Senin.

Acara pembukaan dihadiri Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiarto, Danrem 132/Tadulako Kolonel TNI Agus Subiyanto, Dandim 1307 Poso, Letkol Dody Tryo Hadi serta tamu undangan lainnya.

Acara itu disertai dengan penyerahan penghargaan kepada empat Babinsa, 1 unit motor perpustakaan keliling untuk Babinsa dan Sembako dari Pangdam dan Danrem 132/Tadulako kepada seluruh warga dan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.

Kasdam XIII Merdeka, Brigjen Fajar Setyawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas pokok TNI sesuai dengan UU No.34 Tahun 2004 tentang TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara yang implementasinya TNI melaksanakan Operasi Teritorial TNI termasuk di Kabupaten Poso.

Opster ini bertujuan untuk membantu memulihkan situasi keamanan yang cukup lama terganggu oleh ancaman aksi teror, radikalisme dan gangguan keamanan lainnya agar Poso kembali kondusif seperti sediakala untuk melancarkan program pembangunan nasional serta membantu pemda menyejahterakan rakyatnya.

Opster juga memiliki tujuan untuk membantu masyarakat dalam bentuk fisik dan non fisik, seperti pembangunan 4 rumah ibadah, 71 rumah tidak layak huni dan non fisik sosialisasi bahaya Narkoba dan pelayanan kesehatan.

"Tujuannya cukup jelas untuk membantu pemda dalam meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat. Opstet juga membantu dalam bentuk fisik pembangunan 4 rumah ibadah dan 71 rumah tidak layak huni serta bantuan non fisik," ujar Fajar, Senin.

Menurut Fajar Setyawan, opster TNI yang berlangsung selama 3 bulan dengan jumlah personil sebanyak 225 itu, difokuskan pada upaya meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat, menumbuhkan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara serta kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan sasaran merebut hati dan pikiran rakyat sebagai wujud darma bhakti TNI kepada Rakyat Indonesia yang telah melahirkannya.

Karena itu, Kasdam XIII Merdeka mengajak seluruh komponen bangsa yang ada di Poso, segenap warga, para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Operasi Teritorial ini agar situasi daerah dapat segera aman dan damai serta pembangunan daerah bisa terlaksana sebagaimana mestinya untuk kesejahteraan masyarakat Poso.

Usai sambutan, kepada wartawan Kasdam mengatakan alasan Kabupaten Poso menjadi sasaran Opster yang ketiga kalinya, sebab Poso merupakan daerah tertentu yang menjadi perhatian utama untuk menghindari terjadinya hal-hal yang bersifat negatif. Menurutnya keadaan Poso hingga akhir ini dalam keadaan aman kondusif.

"Alhamdulillah, Poso dalam keadaan aman dan kondusif, " tutup Fajar.

Acara itu di mulai sejak pukul 08.00 wita dan berakhir pukul 11.00 wita.
 
Kasdam Brigjen TNI Fajar Setiawan menyerahkan bantuan sepeda motor kepada salahs eorang Babinsa di Poso, Senin (12/3) (Antaranews Sulteng/Istimewa)

 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar