Logo Header Antaranews Sulteng

Korut umumkan dukungan terhadap pemimpin tertinggi baru Iran

Rabu, 11 Maret 2026 13:35 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) pada awal pertemuan puncak bersejarah AS-Korea Utara, di Hotel Capella di pulau Sentosa, Singapura pada 12 Juni 2018. Donald Trump dan Kim Jong Un pada 12 Juni menjadi pemimpin AS dan Korea Utara pertama yang bertemu, berjabat tangan, dan bernegosiasi untuk mengakhiri kebuntuan nuklir yang telah berlangsung selama beberapa dekade. ANTARA/Andolu-KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI, REPUBLIK SINGAPURA/ HANDOUT/pri.

Istanbul (ANTARA) - Korea Utara mengumumkan dukungannya terhadap pilihan Iran atas Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu, sekaligus mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran, demikian lapor media pemerintah, Rabu.

Pyongyang mengatakan pihaknya menghormati pilihan Majelis Pakar untuk memilih Khamenei, yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi baru pada 8 Maret, setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

"Sehubungan dengan pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

juru bicara tersebut melanjutkan bahwa pemerintahnya menyatakan keprihatinan serius dan mengecam keras tindakan agresi AS dan Israel yang menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional serta meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran.

Eskalasi di Timur Tengah meningkat ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang hingga saat ini.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel bersama dengan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menewaskan delapan anggota militer AS.

Sumber: Anadolu




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026