TNI AD terus bangun karakter generasi muda

id kasad, mulyono

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono (Foto Antara)

...sikap menghormati perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong, optimisme dan percaya diri, nasionalisme dan harga diri, dalam kehidupan kita sehari-hari..
Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan TNI AD akan terus melakukan program pembangunan karakter generasi muda di wilayah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun wilayah lainnya.

"Sehingga dapat memberikan penguatan dan kekebalan bangsa serta membangun generasi muda yang kompetitif guna menunjang kemandirian bangsa Indonesia," kata KSAD saat pembukaan Rakornis ke-101 TMMD yang juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy di Jakarta Barat, Selasa.

Hal itu, lanjut dia, sejalan dengan tema Rakornis TMMD kali ini, yaitu "TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa".

Mulyono menjelaskan, pascareformasi, paradigma nasional mengalami perubahan yang signifikan, globalisasi berhasil menanamkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila.

Baca juga: KSAD sebutkan dua ancaman terhadap Indonesia

"Situasi ini menjadikan Indonesia tengah mengalami paradok kebhinekaan dimana keunggulan kompetitif kita, justru dapat menjadi titik lemah dan dapat mengancam keutuhan NKRI," kata mantan Pangkostrad ini.

Sebagaimana dilansir dalam data Indeks Pengukuran Ketahanan Nasional dari Lemhannas dan Survei Kerentanan Negara dari "The Fund for Peace" Tahun 2017, dimana Indonesia saat ini berada pada kategori rawan dan waspada, ditambah dengan rendahnya tingkat pendidikan yang rata-rata hanya setingkat kelas 2 SMP serta masifnya penggunaan internet dan medsos oleh lebih dari 130 juta dari 260 juta penduduk Indonesia.

"Ini menunjukkan adanya korelasi linier antara kerawanan Bangsa Indonesia dan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi derasnya gelombang informasi. Jika hal ini tidak disikapi dengan benar, maka kita berpotensi mengalami nasib sama seperti Yaman, Libya dan Suriah," ujar Jenderal bintang empat ini.

Menurut Mulyono, agar terhindar dari ancaman disintegrasi bangsa, maka rakyat Indonesia harus bangkit dari keterpurukan serta harus segera melakukan introspeksi dan refleksi diri yang berkaca pada fakta sejarah, yaitu dengan menerapkan nilai-nilai luhur bangsa.

"Seperti, sikap menghormati perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong, optimisme dan percaya diri, nasionalisme dan harga diri, dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.

Nilai-nilai luhur itu, tambah KSAD, merupakan kekebalan atau imunitas bangsa yang harus terus digali, dipelihara dan diwariskan agar eksistensi Indonesia sebagai bangsa, akan tetap kokoh dan utuh sepanjang masa.

Dalam kesempatan itu, KSAD menambahkan kegiatan Rakornis ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan menyamakan serta memadukan visi, misi, persepsi dan arah kebijakan pelaksanaan kegiatan TMMD ke-101 seluruh instansi yang terkait.

Adapun hakekat program TMMD adalah wujud pelestarian nilai luhur bangsa Indonesia yaitu gotong-royong dalam pembangunan masyarakat.

Kemudian, sasaran-sasaran yang dipilih pun yang bersinggungan langsung dengan masyarakat seperti fasilitas umum dan sosial, serta sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana, kemudian pengobatan massal dan berbagai kegiatan bakti sosial lainnya.

Baca juga: KSAD: media jadi acuan TNI AD
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar