China makin manjakan investor asing

id china

China makin manjakan investor asing

Perdana Menteri China Li Keqiang (reuters.com)

Tahun ini merupakan peringatan 40 tahun reformasi dan keterbukaan China. Perkembangan situasi di dalam dan luar negeri sangat penting bagi kami untuk berkomitmen dalam keterbukaan guna menarik investasi asing

Beijing,  (Antaranews Sulteng) - Pemerintah China makin memanjakan investor dan pengusaha asing dengan adanya kebijakan baru guna memfasilitasi beberapa proyek asing, menurunkan tarif masuk beberapa produk impor, dan mempersingkat jalur birokrasi kepabeanan.

Rapat dewan eksekutif pemerintahan China yang dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang, Rabu (26/9), menghasilkan kesimpulan bahwa kebijakan baru itu untuk memperluas kesempatan asing berinvestasi, mendukung iklim investasi yang lebih adil, mudah, dan ramah bagi investor asing.

Pemerintah China menempatkan investor asing di posisi yang sangat penting, menurut sejumlah media resmi setempat.

PM Li berjanji memperluas akses, memberikan perlakuan yang sama antara investor asing dan dalam negeri, lebih mengefektifkan perlindungan hak kekayaan intelektual, dan memberikan fasilitas yang lebih bagus bagi investor asing di China.

"Tahun ini merupakan peringatan 40 tahun reformasi dan keterbukaan China. Perkembangan situasi di dalam dan luar negeri sangat penting bagi kami untuk berkomitmen dalam keterbukaan guna menarik investasi asing," katanya.

Data statistik Kementerian Perdagangan China (Mofcom) menunjukkan bahwa investasi asing telah mencapai angka 86,5 miliar dolar AS selama periode Januari-Agustus 2018 atau meningkat 6,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beberapa kebijakan telah disetujui dalam pertemuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumerisme dan memperbaiki fasilitas industri.

Per 1 November 2018, beberapa dari total 1.585 jenis tarif dipangkas.

Tarif produk yang sangat dibutuhkan pasar domestik China, seperti mesin dan peralatan industri, dipangkas dari 12,2 persen menjadi 8,8 persen, tekstil dan bahan bangunan dari 11,5 persen diturunkan menjadi 8,4 persen, kertas dan produk berbahan daur ulang serta barang lainnya menjadi 5,4 persen dari 6,6 persen.

Pemotongan tarif tersebut akan membantu mengurangi beban perusahaan dan pajak konsumen hingga 8,7 miliar dolar AS serta mengurangi pendapatan dari sektor pajak.

Upaya lainnya adalah mempersingkat jalur kepabeanan karena dalam rapat tersebut juga diputuskan bahwa pada 1 November 2018 subjek dokumen pemeriksaan kepabeanan di pelabuhan akan dikurangi dari 86 menjadi 48 jenis.

Daftar lembaga kepabeanan pelabuhan akan dirilis sebelum Oktober mendatang. Biaya kontainer akan berkurang sedikitnya 100 dolar AS hingga akhir Oktober tahun ini.

"Lembaga yang berkompeten harus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan memberikan perlakuan yang sama kepada para pelaku usaha dalam dan luar negeri," tegas PM Li menginstruksikan.

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar