
Kapasitas Guru Harus Ditingkatkan Hadapi Kurikulum Baru

Palu (antarasulteng.com) - Akademisi Universitas Tadulako Palu, Gazali Lembah, mengatakan kapasitas guru harus ditingkatkan guna menghadapi kurikulum baru Tahun Ajaran 2013/2014.
"Persiapan itu harus dimulai dari sekarang dengan mengadakan pelatihan serta sosialisasi kurikulum baru," kata Gazali Lembah di Palu, Rabu.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako Palu ini mengatakan, sosialisasi program itu bisa berupa penjabaran kurikulum karena akan ada sejumlah mata pelajaran yang dihilangkan dan digabung dalam mata pelajaran tertentu.
Dalam kurikulum untuk tingkat sekolah dasar, misalnya, mata pelajaran IPA dan IPS dan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Sementara mata pelajaran Bahasa Inggris juga akan dihilangkan dan disisipkan dalam mata pelajaran tertentu.
Gazali mengatakan, kemampuan pengajar harus benar-benar maksimal karena tidak mudah mengajar matematika menggunakan Bahasa Inggris.
"Demikian sebaliknya, meskipun sudah lancar Bahasa Inggris namun materinya juga harus disesuaikan," katanya.
Menurut dia, hal itu adalah pekerjaan berat bagi pemerintah untuk menyamakan persepsi bagi para pengajar.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Pramuka.
Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.
Untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014, tapi sebelumnya akan diuji publik agar mendapat masukan. (R026)
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
