Bulog Sulteng optimis panen raya bisa serap beras petani

id beras

Stok beras di gudang Bulog Palu cukup aman (Anas Masa) (Anas Masa/)

Palu (ANTARA) - Perum Bulog Sulawesi Tengah menyatakan cukup optimistis pada paner raya Maret-April 2019 ini bisa menyerap beras produksi petani, meski harga jauh diatas harga pembelian pemerintah (HPP).

Kepala Bidang Pelayanan Publik dan OPP Bulog Sulteng, Amir Sube di Palu, Jumat mengatakan berupaya maksimal untuk membeli beras petani saat panen raya berlangsung.

Bulog Sulteng, kata dia, pada musim panen (MP) 2019 ditargetkan pusat untukm menyerap beras petani sekitar 30.000 ton.

Jika dibandingkan target MP 2018, target yang dibebankan pusat kepada Bulog Sulteng pada MP 2019 ini menurun. Tahun lalu, Bulog Sulteng ditarget membeli beras petani sebanyak 50.000 ton, namun realisasi dibawah 50 persen.

Tidak terealisasinya target pengadaan beras stok nasional di Sulteng pada 2018, dipengaruhi beberapa faktor yakni bencana alam gempa dan banjir dan tingginya harga beras di tingkat petani.

Kendala utama yang dihadapi Bulog Sulteng pada panen raya 2019 adalah harga beras di tingkat produsen di seluruh wilayah Sulteng cukup tinggi. Harga beras rata-rata jauh diatas HPP yang ditetapkan pemerintah pusat.

HPP beras pembelian oleh Bulog ditetapkan pemerintah sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 sebesar Rp7.300/kg. Harga itu ditambah lagi sekitar 10 persen sehingga harga pembelian menjadi Rp8.030/kg.

Sementara harga beras di patok para pedagang pengumpul di tingkat petani saat ini berkisar Rp8.500-Rp9.000/kg.

Memang, katanya, Bulog kesulitan untuk bersaing dalam hal harga. Tapi Bulog tetap berupaya keras untuk turun langsung membeli kepada petani.

"Kami berharap saat panen raya yang sedang berlangsung di sejumlah sentra produksi beras di Sulteng,Bulog bisa maksimal menyerap beras petani untuk memenuhi target pengadaan," kata Amir.

Meski penyerapan beras petani hingga kini masih seret, namun stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini masih mencukupi kebutuhan untuk beberapa bulan mendatang, katanya tampa merinci.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar