Logo Header Antaranews Sulteng

Morowali Didera Gempa Bumi Lagi

Selasa, 17 April 2012 18:11 WIB
Image Print
"Termasuk kami yang di dalam penginapan semua keluar. Guncangannya berlangsung sekitar empat sampai lima detik," kata Sony.

Palu - Kabupaten Morowali didera gempa bumi lagi setelah Senin (16/14) pagi diguncang gempa 5,7 pada Skala Richter (SR).
"Sejak saya tiba tadi malam sampai pagi masih ada guncangan beberapa kali. Satu di antaranya cukup besar sekitar pukul 02.00 pagi tadi," kata anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Sony Tandra yang dihubungi dari Palu, Selasa.
Berdasarkan laman BMKG, gempa tersebut terjadi pukul 01:01:16 WIB dengan magnitude 5.5 Skala Richter.
Lokasi gempa berada pada 2.62 LS - 121.94 BT (93 kilometer Tenggara Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 107 kilometer Tenggara Morowali, dengan kedalaman 13 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Sony mengatakan, akibat guncangan itu warga kembali berhamburan keluar rumah.
"Termasuk kami yang di dalam penginapan semua keluar. Guncangannya berlangsung sekitar empat sampai lima detik," kata Sony.
Dia mengatakan, Selasa pagi dirinya telah meninjau beberapa lokasi gempa yang terjadi pada Senin pagi.
"Sampai tadi saya belum melihat ada warga yang mengungsi. Kalau rumah roboh memang ada beberapa dan sudah didata pemerintah daerah. Rumah itu saya lihat diberi garis merah," katanya.
Dia mengatakan, gedung DPRD juga mengalami keretakan, tetapi kelihatannya itu hanya pada bagian dindingnya.
"Kalau strukturnya saya lihat tidak rusak," kata anggota komisi III DPRD Sulawesi Tengah itu.
Sony mengatakan, saat ini dirinya sedang mengikuti rapat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait dengan penanganan bencana.
Data yang diperoleh melalui Polres Morowali menyebutkan, gempa pada Senin pukul 10.17 WITA mengakibatkan kerusakan gedung DPRD sekitar 35 persen.
Sebanyak 33 rumah penduduk rusak berat dan 52 unit rusak ringan. Tidak ada korban jiwa namun dua orang luka ringan karena tertimpa plafon dan pecahan kaca kantor DPRD.(A055)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026