Logo Header Antaranews Sulteng

Donggala Butuh Dana Bangun Sanggar Pemuda

Jumat, 4 Januari 2013 15:02 WIB
Image Print
Ilustrasi Pemuda Pelopor (Foto penulis165.esq-news.com)
salah satu penyebab terjadinya bentrok tersebut hanya masalah sepele namun akar masalahnya karena minimnya sarana kegiatan kepemudaan."

Palu (antarasulteng.com) - Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, membutuhkan anggaran sedikitnya Rp2,3 miliar untuk membangun pusat kegiatan pemuda di sejumlah kecamatan guna menekan perkelahian antarpemuda yang masih kerap terjadi di daerah itu.

"Kami sudah ajukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga agar didukung dengan anggaran pusat karena APBD kita belum mampu membangun semuanya," kata Kepala Bidang Pemuda pada Dinspora Donggala Ridwan Dg Marau di Palu, Jumat.

Dia mengatakan di beberapa tempat di daerahnya kerap masih terjadi bentrok antarpemuda antarkampung.

Dia mengatakan salah satu penyebab terjadinya bentrok tersebut hanya masalah sepele namun akar masalahnya karena minimnya sarana kegiatan kepemudaan.

"Program kita mau bangun sanggar pemuda. Di sanggar itu nanti akan dibangun sarana olahraga, pengembangan keterampilan dan kesenian," katanya.

Ridwan mengatakan dari statistik penduduk, jumlah pemuda di Donggala berkisar 30 persen atau 58 ribu dari 247 ribu penduduk di daerah itu. Mereka tersebar di 16 kecamatan. Sebagian besar kecamatan berada di wilayah pantai barat.

"Sementara yang masih sering terlibat bentrok itu pemuda di wilayah bagian pantai barat," katanya.

Ridwan mengatakan sanggar pemuda yang rencananya dibangun tersebut akan dijadikan sebagai pusat pengembangan bakat dan minat pemuda sehingga mereka memiliki kegiatan yang bisa mengembakan potensi yang ada pada diri mereka.

"Di sanggar pemuda itu kita bangunkan bengkel, ada latihan seni tradisional, ada sarana pembuatan keterampilan, lapangan futsal, lapangan volly, di sana juga dibangun koperasi pemuda. Kita dorong bagaimana mereka bisa memanfaatkan potensi yang ada," katanya.

Dia mengatakan rencana pembangunan sanggar pemuda tersebut dicetuskan setelah melihat beberapa kegiatan pelatihan wirausaha pemuda yang dilakukan Dispora.

Ridwan mengatakan dari sisi pelatihannya cukup bagus namun sulit dari sisi pengembangannya karena tidak didukung sarana dan modal usaha.

"Begitu selesai pendidikan maka di sanggar seni itulah mereka kembangkan. Makanya kita harus siapkan sarananya, instrukturnya dan regulasinya," kata mantan sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tengah itu.

Ridwan mengatakan dari sisi regulasi, perlu dipikirkan oleh pemerintah daerah agar sanggar pemuda tersebut dijadikan unit pelaksana teknis.

"Sehingga ada yang mengatur, memenej, sehingga sanggar itu bisa berjalan baik seperti rencana," katanya.

Dia mengatakan jika Kementerian Pemuda dan Olahraga merespons angggaran pembangunan sanggar seni tersebut maka akan dibangun di setiap kecamatan.

Tahun ini kata Ridwan, baru dibangun satu sanggar seni di Kecamatan Banawa sebagai sanggar proyek percontohan.

"Satu kecamatan kita butuhkan Rp400 sampai Rp500 juta. Ini sudah lengkap dengan gedung dan sarana penunjang," katanya.

Ridwan mengatakan sanggar pemuda tersebut akan dijadikan aset pemerintah daerah sehingga tidak ada masyarakat yang bisa mengklaim bahwa itu milik mereka.

"Kita mau bangun kebersamaan di tengah masyarakat. Makanya kita siapkan sarananya dan konsep strategis bagaimana sarana itu termanfaatkan," kata Ridwan.

Dia mengatakan hingga kini Dispora belum mendapat jawaban dari Kementerian Pemuda dan Olahraga atas rencana tersebut. (A055)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026