Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng optimistis hasil panen petani lebih baik

Jumat, 5 April 2019 08:37 WIB
Image Print
Ilustrasi petani melakukan pemupukan pada padi sawah. (1)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis hasil panen gabah/beras pada musim panen (MP) 2019 akan lebih baik dibandingkan pada 2018.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Trie Iryani Lamakampali di Palu, Jumat, menyatakan yakin produksi petani pada MP kali ini meningkat dibandingkan pada 2018 di mana hasil panen petani menurun.

Penurunan itu, kata dia, lebih dikarenakan faktor bencana alam. Beberapa wilayah di Provinsi Sulteng pada 28 September 2018 diguncang gempa bumi cukup dasyat berkekuatan 7,4 Skala Richter. Bahkan gempa juga menimbulkan tsunami di sebagian wilayah Kabupaten Donggala dan Teluk Palu.

Bukan hanya itu, gempa tersebut juga menimbulkan pergerakan tanah di sejumlah wilayah di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Terjadi likuifaksi mengakibatkan selain permukiman warga, juga areal lahan tanaman pangan dan hortikultura di Kecamatan Dolo, Sigibiromaru dan Tanambulava di Kabupaten Sigi rusak total akibat gempa bumi dan likuifaksi.

"Itu yang menyebabkan produksi petani untuk tanaman padi dan hortikultura pada tahun lalu mengalami penurunan .
Untuk musim tanam 2019 ini, Pemprov Sulteng yakin produksi petani untuk komoditas pangan di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini bisa kembali meningkat guna mengamankan ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga di pasarkan keluar wilayah Sulteng.
Karena selama ini, contohnya beras, para pedagang membeli dan menjualnya di luar daerah seperti ke Manado dan Gorontalo. Begitu halnya dengan komoditi hortikultura.
Untuk komoditas hortikultura selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, juga dipasarkan ke Kaltim dan Pulau Jawa.
Sulteng menargetkan produksi petani untuk beras bisa mengalami surplus sampai 500 ribu ton dari sebelumnya 300 ribu ton.

"Saya melihat di beberapa sentra produksi, rata-rata hasil panen petani cukup bagus," ujar Trie.

Dia juga menambahkan harga beras di tingkat petani cukup bagus. Beras jenis medium di tingkat petani berkisar Rp8.000/kg dan premium mencapai Rp9.000/kg.

Sementara di tingkat pengecer harga beras medium berkisar Rp9.000/kg dan premium mencapai Rp12.000/kg. Harga tersebut masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah pusat, khusus di tingkat pengecer.



Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026