
Pengunjung Rumah Pintar Fatayat Sulteng Terus Meningkat

Zulfiah Mansur : "Mereka coba-coba, eh ternyata asyik juga. Akhirnya mereka cerita kepada temannya dan sekarang mulai banyak yang datang,".
Palu (antarasulteng.com) - Pengunjung Rumah Pintar Yasmin Fatayat Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah di Palu terus meningkat sejak diresmikan oleh istri Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rustini Muhaimin, 26 Desember 2012.
Penanggung jawab Rumah Pintar Yasmin, Zulfiah Mansur, di Palu, Sabtu mengatakan setiap hari pengunjung berkisar antara 80 hingga 90 orang.
"Itu sudah semua level usia. Kami juga tidak menyangka kalau animo masyarakat tinggi seperti itu," kata Zulfiah.
Rumah pintar yang ke-299 di Indonesia itu sudah mengatur jadwal kunjungan dari pagi hingga sore hari.
Pagi pukul 08.00-10.00 Wita khusus untuk anak-anak usia dini yang menempati sentra bermain. Pukul 11.00-14.00 Wita khusus untuk anak-anak sentra audio visual, komputer dan sentra buku.
"Selain membaca buku-buku pendidikan mereka juga mengaji," katanya.
Sementara untuk sentra kria pada hari Jumat-Sabtu diperuntukkan bagi ibu-ibu dari pukul 08.30-11.00 Wita.
"Hari itu fokus untuk ibu-ibu praktik buat kue, menjahit dan membuat aksesoris jilbab ataupun boneka dari kain-kain bekas," kata Zulfiah.
Dia mengatakan rumah pintar yang belum cukup satu bulan usianya itu umumnya masih didatangi oleh masyarakat sekitarnya, khususnya di Kecamatan Palu Barat. Ibu-ibu yang jatuh cinta dengan praktik membuat kue tersebut setelah mereka mengantar anaknya bermain di rumah pintar itu.
"Mereka coba-coba, eh ternyata asyik juga. Akhirnya mereka cerita kepada temannya dan sekarang mulai banyak yang datang," katanya.
Zulfiah mengatakan bahan-bahan pembuatan kue maupun peralatan semua disediakan oleh rumah pintar.
Dia mengatakan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah menjanjikan akan memberikan bantuan peralatan produktif untuk praktik memasak. Hanya saja bantuan tersebut belum tiba di Palu.
"Kami baru terima bantuan buku sebanyak 350 judul buku," katanya.
Ketua Fatayat NU Sulawesi Tengah itu mengatakan praktik pembuatan kue tersebut diharapkan bisa meningkatkan kreatifitas ibu-ibu rumah tangga sehingga bisa membantu ekonomi rumah tangga.
"Kami akan upayakan agar-agar ibu bisa dapat bantuan modal usaha," katanya.
Dia mengatakan sebagian instruktur di rumah pintar tersebut berasal dari pengurus Fatayat NU dan sebagian dari alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu.(A055)
Pewarta :
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
