Logo Header Antaranews Sulteng

Campak Tewaskan 12 Anak di Pakistan

Senin, 14 Mei 2012 13:56 WIB
Image Print
Selama tiga pekan terakhir kami setiap hari menerima lima sampai 10 anak yang menderita campak,"

Miranshah, Pakistan - Wabah campak di bagian wilayah suku barat laut tanpa hukum Pakistan telah menewaskan 12 anak dalam tiga pekan dan menyebar karena kekurangan obat-obatan, kata para dokter Senin.

Kepala Rumah Sakit Utama, Dokter Mohammad Ali Shah, di Miranshah, kota terbesar di Waziristan Utara, mengatakan kepada AFP bahwa operasi militer, pemadaman listrik dan jam malam berarti adanya kekurangan obat-obatan.

Kabupaten bergolak dan miskin yang berbatasan dengan Afghanistan itu adalah kubu pertahanan Taliban Pakistan dan Al Qaida yang paling terkenal, dan sering dihantam oleh serangan-serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat yang menargetkan gerilyawan Islam.

"Selama tiga pekan terakhir kami setiap hari menerima lima sampai 10 anak yang menderita campak," kata Shah.

Dia menambahkan bahwa ia biasanya hanya melihat satu atau dua kematian akibat penyakit itu dalam setahun.

"Kami tidak memiliki penyimpanan obat yang tepat untuk vaksinasi campak karena listrik lama padam dan jam malam, selain itu sebagian besar stok kami sudah kadaluarsa," katanya.

Dia mendesak pemerintah untuk mengirimkan tim-tim vaksinasi bergerak ke daerah tersebut dan memperingatkan mungkin akan terjadi wabah tifus jika tindakan tidak segera diambil.

"Tim-tim penyuntik belum mengunjungi daerah itu dalam waktu yang lama dan itu adalah alasan bagi terjadinya penyebaran penyakit tersebut," katanya.

Campak sangat menular dan disebarkan oleh virus yang mudah dicegah dengan imunisasi yang tepat, tetapi juga bisa berakibat fatal.

Penyakit ini menyebabkan hampir 140.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2010, menurut Organisasi Kesehatan Dunia - 95 persen terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan infrastruktur kesehatan yang buruk.

Dokter lain, Mohammad Sadiq, mengatakan 12 anak dan seorang pria meninggal dunia akibat campak, dan bahwa terdapat hingga 70 kasus yang dikonfirmasi di rumah sakit.

Sementara itu para pejabat pemerintah daerah tidak tersedia memberikan komentar. (ANTARA/AFP)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026