Logo Header Antaranews Sulteng

Hari Pattimura Diwarnai Bentrokan

Selasa, 15 Mei 2012 11:20 WIB
Image Print
Sejumlah anak muda membawakan tarian perang khas Maluku, Cakalele. (ANTARA/Embong Salampessy)
Bentrokan ini bermula dari iring-iringan penari cakalele yang membawa obor Pattimura dari Negeri Batumerah untuk diserahkan secara estafet ke masyarakat Mardika namun tanpa diduga terjadi keributan dengan warga yang berdiri di tepi jalan

Ambon - Bentrokan massal terjadi di Kota Ambon, Selasa, saat masyarakat sedang memperingati hari pahlawan nasional Thomas Matulessy alias Pattimura.

Pantauan ANTARA di Ambon, Selasa, lebih dari 11 kendaraan roda dua dibakar dan korban luka-luka diperkirakan mencapai puluhan orang.

Bentrokan ini bermula dari iring-iringan rombongan penari cakalele yang membawa obor Pattimura dari Negeri Batumerah untuk diserahkan secara estafet ke masyarakat Mardika namun tanpa diduga terjadi keributan dengan warga yang sedang berdiri di tepi jalan.

Akibatnya obor-obor bambu yang dibawa rombongan penari ini dilemparkan ke arah penonton mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka bakar dan dalam sekejap terjadi aksi saling lempar dengan batu dan benda keras lainnya.

"Saya terkena lemparan obor di bagian pinggan hingga terbakar dan satu rumah di perbatasan dua negeri ini juga terbakar," kata Rein Leohena, salah satu korban di RS Bhakti Rahayu Ambon.

Menurut Rein, sejumlah penonton juga menderita luka di tangan dan kaki akibat terkena sabetan benda tajam berupa parang yang diselipkan dalam bambu.

Ratusan personel Brimob, Dalmas, Shabara dan TNI Angkatan Darat dilengkapi peralatan anti huruhara dan kendaraan taktis seperti water canon, mobil baracuda serta panser berusaha menghalau massa dari kawasan jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Rijali.

Meski dilempari massa, Kasdam XVI/Pattimura terlihat turun langsung ke TKP untuk memimpin anak buahnya melakukan pengamanan.

Sementara Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Pendeta John Ruhulessin berulang kali menenangkan massa dan mengimbau mereka untuk tidak melakukan tindakan anarkis.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026