
Kapolda: Polisi Harus Ubah Sikap Dan Perilaku

Anggota Polri harus segera mengubah sikap, perilaku, dan etika dalam pelaksanaan tugas di lapangan."
Palu (antarasulteng.com) - Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Dewa Parsana memandang perlu segera mengubah kultur di tubuh Polri menyusul adanya warga yang mendapat perlakukan kurang baik dan tidak mendapat perlindungan serta pelayanan dari polisi.
"Anggota Polri harus segera mengubah sikap, perilaku, dan etika dalam pelaksanaan tugas di lapangan," katanya pada upacara serah terima jabatan Wakapolda Sulteng dan sejumlah pejabat utama Polda serta empat kapolres se-Sulteng di Palu, Sabtu.
Kapolda mengakui bahwa ada masyarakat yang pernah disakiti oleh anggota Polri dan ada kelompok yang tidak mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang baik. Namun ke depan, hal seperti itu diharapkan tidak terulang lagi.
"Di mata Polri, khususnya jajaran Polda Sulteng, masyarakat itu adalah orang-orang yang amat sangat penting (VVIP-very very important people) dalam pelayanan polisi dan perlindungan keamanan," kata Dewa Parsana.
Terkait dengan dinamika Kamtibmas Sulawesi Tengah, Kapolda Dewa Parsana mengemukakan bahwa Polri masih menghadapi bahaya laten kekerasan bersenjata dan terorisme dan penyalahgunaan narkoba yang harus mendapat perhatian lebih intens.
Kasus-kasus lainnya yang membutuhkan atensi Polri secara khusus, kata Kapolda, adalah perkelahian antarwarga desa, perjudian, premanisme, minuman keras, penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi, serta pencurian hasil hutan dan hasil laut.
"Saya perintahkan semua kepala satuan untuk menangani hal itu dengan melibatkan semaksimal mungkin peran serta masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran, sehingga muncul sikap antisipatif dan preventif terhadap berbagai jenis kejahatan dan gangguan keamanan," ujarnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.285 tanggal 8 Februari 2013, jabatan Wakapolda Sulteng berganti dari Kombes Pol. Edwar yang akan menjadi Wakapolda Malut kepada Kombes Pol. Rudolf Albert Roja yang sebelumnya bertugas di Mako Brimob Mabes Polri.
Iswasda Polda Sulteng Kombes Pol. Syamsul Hidayat menjadi Wakapolda Sumatera Barat dan digantikan oleh Kombes Suko Raharjo yang sebelumnya bertugas di Biro Ops Mabes Polri.
Karo Operasional Kombes Pol. Restu Mulya dimutasi menjadi Kabag SDM Brimob Mabes Polri dan digantikan Kombes Pol. Verdianto yang sebelumnya bertugas di Lemdikpol Mabes Polri.
Direktur Intelkam Kombes Pol. Supriyanto dimutasi menjadi Kasubdit I Bidang Ekonomi di Badan Intelkam Mabes Polri dan diganti oleh AKBP Arif Rahman yang sebelumnya Wakil Direktur Intelkam Polda Sulteng.
Sementara empat Kapolres yang berganti adalah Kapolres Banggai AKBP Adriyanto Yossi Kusumo yang baru bertugas tiga bulan dimutasi menjadi perwira menengah Mabes Polri dan posisinya akan diisi AKBP Dulfi Musi yang sebelumnya bertugas di Ditintelkam Polda Sulteng.
Kapolres Poso AKBP Eko Santoso yang belum setahun bertugas di daerah eks konflik itu akan menjadi Wadir Narkoba Polda NTB dan jabatan lamanya akan diisi AKBP Susnadi yang sebelumnya bertugas di Brimob Polda Metro Jaya.
Sementara Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan akan dimutasi ke Badan Intelkam Mabes Polri dan akan digantikan oleh AKBP Trisno Rahmadi dari Brimob Mabes Polri.
Kapolres Donggala AKBP Sururi yang akan menjadi Kapolres Soppeng, Sulawesi Selatan dan jabatan lamanya akan diisi AKBP Guruh Arif Darmawan dari Brimob Mabes Polri.
Tiga dari empat kapolres baru yang akan bertugas di Sulteng itu berasal dari Korps Brimob. (R007/SKD)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
