Staf DPRD Poso tewas gantung diri di rumah dinas

id bunuh diri,DPRD, poso,Sulteng

Staf DPRD Poso tewas gantung diri di rumah dinas

Korban gantung diri dimasukan kedalam mobil jenazah dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Poso untuk selanjutnya di otopsi, selasa (18/6). (Antaranews/Ferry Timposari)

Jenazah ditemukan salah seorang staf yang ingin mencuci kaki dan mengambil lap di rumah korban. Staf kami terkejut saat melihat korban telah tergantung di samping dapur

Poso (ANTARA) - Salah seorang staf Fasilitasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Asrul Pakaya (27) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah dinas dewan kabupaten itu, Selasa.

Peristiwa itu membuat seluruh pegawai DPRD  terkejut berhamburan keluar melihat korban karena tempat kejadian hanya berseberangan tembok kantor perwakilan rakyat setempat. 

Selain itu rapat perhitungan APBD juga ditunda beberapa jam setelah pihak kepolisian tiba guna evakuasi jenazah.

“Jenazah ditemukan salah seorang staf yang ingin mencuci kaki dan mengambil lap di rumah korban. Staf kami terkejut saat melihat korban telah tergantung di samping dapur," tutur Wakil Ketua DPRD Poso Darma Mondolu.

Ia menambahkan korban sudah beberapa kali melakukan upaya bunuh diri namun selalu gagal.

Anggota DPRD Poso lainnya Sahir Sampeali menyebut, kalau  korban sudah  empat kali melakukan percobaan bunuh diri.

“Yang ketiga kali, korban meminum anti nyamuk Baygon, namun tertolong dilarikan ke Rumah Sakit Poso,”  kata Sahir.

Dia tidak mengetahui apa latar belakang korban sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Diketahui korban bernama Asrul Pakaya belum berkeluaraga.

Kasat Reskrim Polres Poso AKP Evry Susanto,S.I.K yang tiba di TKP mengatakan korban tewas gantung diri di perkirakan sejak 2x24 jam dan ditemukan pada Selasa pagi dengan menggunakan tali nilon yang terikat di leher.

"Kami masih menyelidiki kasus  ini. Di tubuh korban ditemukan cairan putih dari alat kelaminnya,” ucap Evry.

Setelah dievakuasi, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Poso menggunakan mobil jenazah untuk diotopsi.

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar