Wall Street bervariasi karena data ekonomi

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Wall Street bervariasi karena data ekonomi

Wall Street. (Reuters)

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru dan harapan penyelesaian perang dagang antara China dan Amerika Serikat di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 11,40 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 26.536,82 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 3,60 poin atau 0,12 persen, menjadi ditutup di 2.913,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 25,25 poin atau 0,32 persen, menjadi berakhir di 7.909,97 poin.

Indeks S&P 500 berakhir lebih rendah karena keuntungan dalam saham-saham teknologi diimbangi oleh penurunan saham-saham perawatan kesehatan dan indeks Dow mencatat kerugian nominal. Sementara, saham-saham teknologi memimpin Nasdaq lebih tinggi.

Pesanan baru untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Mei turun 3,3 miliar dolar AS atau 1,3 persen, menjadi 243,4 miliar dolar AS, Departemen Perdagangan mengatakan pada Rabu (26/6/2019).

Penurunan data tersebut merupakan yang ketiga kalinya dalam empat bulan, sebagian besar karena pembatalan kesepakatan untuk pembelian jet Boeing 737 Max.

Sebuah laporan terpisah tentang perdagangan barang internasional menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS naik 5,1 persen pada Mei mencapai 74,5 miliar dolar AS.

Para investor mengurai pesan beragam atas prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Saham-saham AS kesulitan mencari arah perdagangan sepanjang sesi karena pelaku pasar merenungkan apakah pertemuan yang direncanakan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di KTT Kelompok 20 di Jepang akan menghasilkan kemajuan dalam sengketa tarif yang berlarut-larut.

Pasar awalnya menguat setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin seperti dikutip dalam wawancara CNBC mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China "sekitar 90 persen" tuntas. Komentarnya kemudian disajikan kembali untuk menunjukkan bahwa dia menggunakan bentuk lampau untuk menggambarkan kemajuan dalam perundingan.

Trump kemudian mengatakan bahwa sementara itu "sangat mungkin" untuk menghindari mengenakan tarif tambahan pada barang-barang impor China, ia "sangat senang di mana kita sekarang."

"Optimisme (Perdagangan) telah membantu meredakan ketegangan ketika hari terus berjalan," kata Robert Pavlik, kepala strategi investasi di SlateStone Wealth LLC di New York, seperti dikutip Reuters.

"Minggu lalu pasar memiliki jalur yang jelas tentang apa yang harus difokuskan: Pemangkasan suku bunga pada Juli dan pertemuan Trump dan Xi di G20 untuk membahas pembukaan kembali negosiasi perdagangan," tambah Pavlik. "Apa yang terjadi sejak pemerintah ini membuat situasi lebih bingung dan membingungkan pasar."

Pada Selasa (25/6/2019), ketiga indeks utama menurun karena pasar kecewa setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kemungkinan langkah kebijakan moneter bank sentral mengurangi harapan untuk penurunan suku bunga segera, serta data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar