Pengamat berharap parpol tulus dukung Jokowi

id Kabinet,Jokowi

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (5-8-2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Antara profesional dan partai politik, di partai sendiri kebanyakan berasal dari profesional andal, seperti pengusaha, pejabat, punya perusahaan. Boleh jadi 55 persen ada yang profesional murni atau reinkarnasi dengan partai politik
Jakarta (ANTARA) - Partai-partai di luar koalisi awal yang berbalik mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin benar-benar tulus tanpa berharap posisi strategis, seperti kursi menteri, kata pakar komunikasi politik Lely Arrianie.

"Dalam periode kedua Pak Jokowi, kalau mereka ingin bergabung, ya, dengan setulus-tulusnya, seikhlas-ikhlasnya sampai berakhir masa jabatan Jokowi," kata Lely Arrianie ketika dihubungi di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, beberapa partai yang berada di luar koalisi disebut-sebut akan merapat pada pemerintahan periode kedua Jokowi, seperti Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebelumnya hadir dalam Kongres V PDI Perjuangan di Bali, 8 s.d. 11 Agustus 2019. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga sudah mengatakan bahwa partainya akan mendukung pemerintahan Jokowi.

Potensi menggemuknya koalisi, kata Lely, tidak akan menggeser posisi kaum profesional yang dijanjikan oleh calon presiden terpilih memenuhi kuota 55 persen Kabinet Kerja Jilid II.

Menurut Ketua Program Magister Komunikasi Universitas Jayabaya itu, kaum profesional juga bisa memiliki afiliasi dengan partai politik tertentu. Meski demikian, dia mengharapkan beberapa jabatan penting di kabinet dipegang oleh profesional murni.

"Antara profesional dan partai politik, di partai sendiri kebanyakan berasal dari profesional andal, seperti pengusaha, pejabat, punya perusahaan. Boleh jadi 55 persen ada yang profesional murni atau reinkarnasi dengan partai politik," ujar Lely.

 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar