Pemprov Sulsel kucurkan Rp1 miliar untuk Festival Keraton Nusantara XIII

id Festival Keraton Nusantara, Luwu Raya

Pemprov Sulsel kucurkan Rp1 miliar untuk Festival Keraton Nusantara XIII

Dokumentasi - Sejumlah raja berfoto di hadapan Istano Basa Pagaruyuang Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (28/11). Kehadiran raja-raja se nusantara di daerah tersebut dalam rangka menghadiri Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XII. (ANTARA SUMBAR/Syahrul Rahmat/18) (ANTARA SUMBAR/Syahrul Rahmat/18/)

Untuk acara musyawarah, kami panitia belum mengetahui secara pasti, karena yang tahu persoalan apa yang akan dibahas, hanya pihak kerajaan

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucurkan dana hibah senilai Rp1 miliar untuk pelaksanaan Festival Keraton Nusantara ke XIII yang akan dipusatkan di Kabupaten Palopo, Sulsel.

"Sudah cair sejak bulan Juli yang lalu, nilainya Rp1 miliar," ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Derah (BPKD) Sulsel, Andi Arwin Azis di Makassar, Rabu.

Festival Keraton Nusantara akan dihadiri 200 raja dari seluruh Indonesia, dilaksanakan di Kabupaten Palopo pada 6 September mendatang. Bahkan beberapa raja dari luar negeri juga telah konfirmasi untuk hadir.

Andi Arwin mengungkapkan dana Rp1 miliar tersebut diberikan kepada Langkanae Kedatuan Luwu berdasarkan kesepakatan antara Gubernur Sulsel bersama Kepala Daerah dan DPRD Sulsel.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua Panitia Festival Keraton, Suaidi bahwa pelaksanaan kegiatan budaya ini mendapat bantuan dana hibah dari Pemprov Sulsel sebanyak Rp1 miliar.

Selain dana tersebut, sebanyak Rp1 miliar juga disumbangkan oleh masing-masing kabupaten di Luwu Raya, yakni Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara dan Palopo. Sehingga total dana yang akan dikucurkan pada kegiatan budaya ini sebanyak Rp5 miliar.


Baca juga : Lima raja luar negeri akan hadiri Festival Keraton di Sulsel

"Sebenarnya, dana ini masih kurang jadi kita masih menggunakan mitra yang ada di Luwu Raya seperti dari perusahaan untuk membantu suksesnya acara. Semua akomodasi peserta selama berada di sini, penyelenggara yang tanggung," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, akan dilaksanakan musyawarah agung terkait kebijakan dalam kerajaan. Serta dialog budaya selama empat hari.

"Untuk acara musyawarah, kami panitia belum mengetahui secara pasti, karena yang tahu persoalan apa yang akan dibahas, hanya pihak kerajaan," ungkapnya.

Adapun beberapa agenda kegiatan pada Festival Keraton Nusantara XIII yaitu; pada 6 September pukul 20.00-22.00; Zikir dan Doa Bersama di Istana Kedatuan Luwu; pada 7-13 September pukul 08.00-22.00; Festival Seni Internasional, menampilkan kesenian tradisional dan modern oleh seniman lokal, nasional, dan internasional di Lapangan Gaspa Palopo.

Kemudian, FKN Ekspo; Pameran Ekonomi Kreatif, Festival Kopi, dan Pameran Benda Pusaka di Halaman Gedung SCC Palopo dan di Istana Langkanae Kedatuan Luwu.

Pada 8 September pukul 19.00-23.00; Gala Dinner bersama tamu undangan, bertempat di Istana Kedatuan Luwu, dilanjutkan pesta rakyat, yakni makan malam bersama masyarakat, Datu dengan para Raja/Ratu/Sultan dan permaisuri yang hadir.

Pada 9 September pukul 13.00-18.00; Pembukaan FKN dan Kirab Keraton; Tarian Adat untuk penjemputan Presiden RI. Datu dan Dewan Adat Seppulo Dua beserta para Raja/Ratu/Sultan dan permaisuri dan Tamu VIP akan menempati tribun utama Tempat di Lapangan Pancasila.*
 

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar