
Dubes: Sulut Cerita Sukses Indonesia

Jerman akan belajar lebih dekat lagi mengenai Indonesia yang memperlihatkan kehidupan harmoni, dan melalui "The Indonesia-Germany Inerfaith Dialogue" III akan menjadi jembatan yang bagus.
Manado, (antarasulteng.com) - Harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi cerita sukses Indonesia di mata dunia.
"Sulut telah mengambil peran dalam harmonisasi dan toleransi. Kita bisa lihat bagaimana hubungan agama dan kepercayaan yang terjalin baik di daerah ini," kata Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Edy Pratomo, saat memberikan keterangan pers pada pembukaan The Indonesia-Germany Inerfaith Dialogue III, di Manado, Selasa.
Dubes mengatakan, rajutan persaudaraan di daerah ini semakin lengkap dibalut dengan dengan filosofi "torang samua basudara" (kita semua bersaudara) dan menjadi refleksi betapa masyarakat hidup dalam suasana keakraban.
Dubes mengatakan, hasil yang diperoleh dari dialog pertama dan kedua adalah terealisasinya pertukaran mahasiswa Jerman dan Indonesia yang belajar di universitas-universitas yang mendalami tentang agama.
"Indonesia mengirimkan sepuluh mahasiswa. Begitupun dengan Jerman dan mereka belajar tentang pendidikan agama," kata dia.
Sementara itu, ditambahkan Duta Besar Jerman, untuk Indonesia yang juga menjadi ketua delegasi, Dr Heinrich Kreft, mengatakan persoalan keagamaan juga terjadi di negaranya, dan sebagai solusinya dapat dijumpai dari kultur.
Menurut dia, Indonesia akan tetap menjadi masyarakat dengan beragam agama, begitupun dengan Jerman.
Karena kata dia, Jerman akan belajar lebih dekat lagi mengenai Indonesia yang memperlihatkan kehidupan harmoni, dan melalui "The Indonesia-Germany Inerfaith Dialogue" III akan menjadi jembatan yang bagus.
Dialog lintas agama yang dilaksanakan di Menado, Sulut, Jerman mewakilkan 10 peserta, Indonesia sebanyak 13 orang, dan Manado sebanyak 10 orang.
Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo H Sarundajang setelah membawakan sambutannya membuka secara resmi dialog tersebut yang dihadiri kepala daerah kota dan kabupaten serta pejabat eselon
Pewarta : Karel A Polakitan
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
