Pertamina pastikan stok BBM di Sulteng aman

id Bbm, Pertamina, sulteng

Pertamina pastikan stok BBM di Sulteng aman

Sokumentasi-petugas SPBU mengisi bahan akar pada salah satu sepeda motor (ANTARA/dok)

Setiap tahun ketersediaan pasokan BBM selalu tersedia dan ini sudah menjadi tanggung jawab kami memenuhi kebutuhan masyarakat, apa lagi kedepan ada perayaan Natal dan Tahun Baru
Palu (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) telah memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak di Provinsi Sulawesi Tengah aman hingga tahun 2019 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan yang di hubungi dari Palu, Sabtu mengatakan ketahanan stok sudah dipastikan secara nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kekurangan pasokan di SPBU.

"Setiap tahun ketersediaan pasokan BBM selalu tersedia dan ini sudah menjadi tanggung jawab kami memenuhi kebutuhan masyarakat, apa lagi kedepan ada perayaan Natal dan Tahun Baru, " ujar Hatim.

Guna kelancaran penyaluran BBM di Sulteng, Pertamina telah menyiapkan tujuh Terminal BBM dengan 64 SPBU termasuk enam lembaga penyalur BBM satu harga yang menjangkau wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T) di provinsi tersebut yang siap beroperasi untuk melayani masyarakat.

Berdasarkan catatan Pertamina, realisasi produk BBM non-subsidi di Sulteng per Oktober 2019 untuk jenis pertalite sebanyak 151.926 kiloliter, pertamax 4.728 kiloliter, pertamax turbo 91 kiloliter dan dexlite 4.065 kiloliter.

"Hingga 10 bulan terakhir realisasi tertinggi adalah BBM jenis pertalite. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap produk tersebut cukup tinggi di banding pertamax dan pertamax turbo, " ungkap Hatim.

Selain BBM non-subsidi, Pertamina sudah menetapkan kuota BBM bersubsidi jenis solar tahun ini sebanyak 122.879 kiloliter sedangkan jenis premium 213.973 kiloliter. Kuota ini di estimasi mampu bertahan hingga akhir 2019.

Dia menambahkan, khusus solar tahun ini Sulteng justru mengalami kelebihan kuota hingga delapan persen karena tingginya pengguna produk gasolin ini bagi kendaraan jenis diesel.

"Bagi BBM non-subsidi Pertamina tidak membatasi kuota pemakaian, produk ini untuk mendukung ketersediaan BBM bersubsidi jika sewaktu-waktu terjadi keterlambatan penyaluran, " katanya.

Menurutnya, Pertamina sebagai perseroan terbatas yang dipercayakan pemerintah mengelola energi minyak bumi dan gas selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen, dengan menyediakan seluruh produk BBM mereka yang saat ini sudah menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.

Baca juga: F-NasDem minta DPRD Sulteng panggil Pertamina terkait kelangkaan solar di SPBU

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar