"Wayang wong" Festival Anak Bangsa beri pesan semangat pada anak Indonesia

id Festival Anak Bangsa, Hari Anak Universal,wayang wong,TIM Jakarta

"Wayang wong" Festival Anak Bangsa beri pesan semangat pada anak Indonesia

Anak-anak peserta Festival Anak Bangsa berfoto bersama di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Minggu (1/12/2019). (FOTO ANTARA/Katriana)

Pesan yang ingin disampaikan adalah anak-anak tidak pantang menyerah pada waktu melaksanakan tugas
Jakarta (ANTARA) - Pertunjukan wayang wong (orang) yang ditampilkan selama Festival Anak Bangsa (FAB) yang digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta memberi pesan kepada anak Indonesia untuk pantang menyerah dalam melaksanakan tugas.

"Pesan yang ingin disampaikan adalah anak-anak tidak pantang menyerah pada waktu melaksanakan tugas," kata Ketua Yayasan Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi, yang juga merupakan penyelenggara festival tersebut di TIM Jakarta, Minggu.

Wayang wong yang ditampilkan dalam Festival Anak Bangsa itu bercerita tentang Hanoman.

Hanoman dipilih sebagai tokoh utama karena Hanoman menjadi tokoh pejuang dalam cerita Ramayana, yang merupakan bagian dari budaya Indonesia.

Dalam cerita Ramayana itu, Hanoman diperkenalkan sebagai super hero atau pahlawan yang selalu pantang menyerah dan selalu melaksanakan tugasnya dengan tuntas dan penuh tanggung jawab.

Meski mendapat banyak halangan hingga mengalami kebutaan, Hanoman tetap bersemangat menunaikan tugasnya sembari terus berdoa agar bisa melihat lagi.

Setelah harapannya terkabul dan bisa melihat lagi, Hanoman masih terus berjuang untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Melalui cerita perjuangan yang disajikan dalam pertunjukan itu, anak-anak diharapkan dapat terdorong untuk pantang menyerah melaksanakan tugas apapun dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

Festival Anak Bangsa tahun ini merupakan festival yang diselenggarakan untuk ke-11 kali.

Festival tersebut diberi tema, "Aku Bertanggung Jawab," dengan tujuan agar melalui seni pertunjukan, anak-anak bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap teman, keluarga dan masyarakat.

"Harapan kami, anak-anak melalui seni dapat lebih bebas tumbuh kecerdasannya, baik secara sosial maupun intelektualnya," kata Oetari Noor Permadi.

Festival yang digelar dari 30 November hingga 1 Desember itu diikuti oleh total 20 sanggar dan sekitar 300 anak.

Acara itu juga melibatkan perwakilan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan Malaysia, Kedutaan Besar Meksiko dan perwakilan dari India.

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar