Logo Header Antaranews Sulteng

Pemimpin Masyrakat Sulteng Diminta Redam Konflik

Senin, 27 Mei 2013 06:16 WIB
Image Print
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno (ANTARA)
Kalau pemimpin sering turun daerah dan menjamu masyarakat maka warga akan segan untuk terlibat bentrok

Palu, (antarasulteng.com) - Pejabat Polda Sulawesi Tengah meminta pemimpin daerah untuk sering turun dan berdialog di masyarakat untuk mengurangi konflik.

"Blusukan bisa saja dilakukan untuk menyerap keinginan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Palu, Minggu.

Dia mengatakan turun langsung ke masyarakat itu juga untuk lebih mendekatkan diri seorang kepala daerah kepada rakyatnya.

"Kalau pemimpin sering turun daerah dan menjamu masyarakat maka warga akan segan untuk terlibat bentrok," katanya.

Pemimpin daerah yang dimaksud bisa saja dari lurah, camat, bupati/wali kota hingga gubernur.

Turun langsung ke masyarakat itu bisa berupa dialog guna mencari solusi kasus-kasus di masyarakat.

Dia mengaku saat ini petugas kepolisian dan aparat keamanan lainnya seolah menjadi "pemadam kebakaran" ketika bentrok antarwarga terjadi di masyarakat.

Menurutnya, aparat keamanan serba salah dalam mengatasi bentrok antarwarga. "Kalau ditembak nanti melanggar HAM, kalau dibiarkan nanti dituding melakukan pembiaran," kata Soemarno.

Dalam satu bulan terakhir telah terjadi belasan kali bentrok antarwarga di Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang mengakibatkan 25 rumah terbakar, tiga unit sepeda motor hangus, serta melukai belasan warga termasuk aparat kepolisian.

Bentrok tersebut sebenarnya disebabkan oleh hal sepele, seperti permasalahan dua orang, kemudian meluas menjadi pertikaian massa.

Aparat keamanan saat ini masih menempatkan sejumlah pasukan di beberapa titik yang dianggap rawan bentrok, baik itu di Kota Palu maupun di Kabupaten Sigi. (SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026