
Perfilman Indonesia Perlu Perbaikan Tata Edar

Jakarta - Sektor perfilman di Indonesia masih memerlukan perbaikan tata edar yang seimbang antara peredaran film asing dan film nasional, kata Ketua Bidang Organisasi Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) Naldy Nazar Haroen di Jakarta, Kamis.
"Animo film nasional di Indonesia menurun, dan yang pertama harus diperbaiki adalah tata edar yang tidak berimbang," kata Naldy.
Dia mengatakan ketidakseimbangan peredaran film di Indonesia tersebut menyebabkan turunnya jumlah produksi film dari para pelaku film nasional.
Menurut Naldy, peredaran film asing dan film nasional harus berimbang supaya perfilman Indonesia semakin meningkat.
"Kalau dibandingkan dengan film Hollywood, jelas film produksi kita masih kalah jauh. Tapi itu bukan berarti kemampuan sumber daya manusia perfilman kita buruk. Peredaran film di Indonesia minimal 60:40, 60 persen film nasional dan sisanya untuk film impor," katanya.
Naldy juga mengatakan bahwa peredaran film Indonesia di negara asing memerlukan perhatian lebih dari pemerintah. Selama ini, menurutnya, jumlah film Indonesia yang berhasil masuk ke pasar Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam masih sangat minim.
"Dukungan dari pemerintah sangat diperlukan, terutama dengan mengatur peredaran film, untuk mewujudkan bentuk dukungan nyata bagi perfilman Indonesia," katanya. (F013)
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
