Logo Header Antaranews Sulteng

Ditjen Pajak Mau Tambah Pegawai

Jumat, 31 Mei 2013 08:54 WIB
Image Print
Dirjen Pajak Fuad Rahmany (ANTARASulteng/Istimewa)
Masih banyak Wajib Pajak yang harus ditagih, kita sangat lemah disana," katanya."

Jakarta (antarasulteng.com) - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany menyatakan keinginan untuk menambah jumlah pegawai guna membantu meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

"Kita butuh pegawai yang banyak, karena Wajib Pajak tidak bisa ditegur oleh sistem teknologi informasi (IT)," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Fuad mengatakan dengan jumlah pegawai pajak yang mencapai 32 ribu, berarti satu pegawai pajak harus mengawal sekitar 7.000 Wajib Pajak (WP) dan jumlah tersebut dirasakan kurang ideal.

"Mestinya satu orang mengawal 500 Wajib Pajak, itu paling ideal. Tapi sekarang itu yang di-cover 7000 Wajib Pajak, jadi udah tidak efektif," katanya.

Fuad juga mencontohkan negara Jepang yang saat ini telah memiliki sistem teknologi informasi dalam bidang perpajakan modern, namun memiliki jumlah pegawai pajak yang lebih banyak dari Indonesia.

"Jepang itu negara dengan sistem teknologi informasi yang lengkap, tapi mereka butuh pegawai yang banyak juga," ujarnya.

Untuk itu, Fuad menginginkan jumlah pegawai pajak per tahun bertambah sebanyak 5.000 orang atau lebih tinggi dari jumlah pegawai yang masuk saat ini sebanyak kisaran 200 orang per tahun.

Namun, ia mengakui masih ada masalah administrasi terkait penambahan pegawai tersebut serta koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Saya tidak mau bilang ada hambatan di Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, tapi ada kekakuan dalam sistem di pemerintahan, sehingga untuk menambah orang, lama sekali," katanya.

Dengan penambahan jumlah pegawai pajak itu, Fuad mengharapkan para Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan yang selama ini belum membayar pajak, dapat terdeteksi dan penerimaan pajak dapat meningkat.

"Masih banyak Wajib Pajak yang harus ditagih, kita sangat lemah disana," katanya. (S034)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026