
Adhyaksa Dault: Pemuda Pesisir Perlu Diberdayakan
Senin, 10 Juni 2013 06:59 WIB

Jakarta, (antarasulteng.com) - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menilai pemuda di daerah pesisir perlu diberdayakan, salah satunya dengan memaksimalkan potensi laut bagi kepentingan masyarakat.
"Sekitar Rp40 triliun sumber daya perikanan Indonesia dicuri negara lain, seharusnya bisa digunakan untuk mengembangkan pemuda pesisir," kata Adhyaksa Dault dalam peluncuran bukunya berjudul "Versi 10 Seri Pemuda dan Kelautan" di Jakarta, Minggu (9/6).
Dia mengatakan di Indonesia ada sekitar 20 juta pemuda di daerah pesisir namun masih banyak yang belum diberdayakan seperti mendapatkan pendidikan yang layak.
Adhyaksa mencontohkan dalam film Laskar Pelangi ada anak pesisir bernama Lintang yang gagal dalam sekolahnya. Hal itu menunjukkan kegagalan negara dalam pemerataan kemakmuran khususnya di daerah pesisir seperti akses pendidikan yang mudah dan murah.
"Misalnya Lintang dalam film Laskar Pelangi yang gagal sekolah, itu karena kegagalan negara," ujarnya.
Dia mengatakan potret dalam film tersebut seharusnya dibenahi sehingga pemuda pesisir dapat mendapatkan pendidikan.
Menurut dia, buku karyanya akan dibagikan kepada masyarakat pesisir secara gratis khususnya untuk pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah penyebaran itu menurut Adhyaksa agar pemuda di daerah pesisir mengerti berbagai pengertian kelautan seperti koral, pulau, laut dalam, produksi garam, dan produksi primer.
"Buku ini akan kami sebar pada masyarakat pesisir dan artis akan menyosialisasikan. Buku ini ada gambarnya sehingga pemuda tahu mengenai koral, pulau, laut dalam, dan produksi garam," katanya.
Adhyaksa juga menilai kehidupan pelajar di pesisir perlu diangkat dalam sebuah film agar masyarakat mengerti kondisi kehidupan pemuda pesisir. Menurut dia, dirinya sudah menghubungi Nia Zulkarnaen untuk membuat film dengan tema pemuda pesisir namun diperlukan sponsor untuk pembuatannya.
"Mba Nia sering buat film yang bagus dan untuk film dengan tema pesisir tentunya diperlukan sponsor," katanya.
Acara tersebut juga dihadiri antara lain Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Pati Djalal, politisi PDI Perjuangan Dedy Gumelar atau Mi'ing, dan keluarga besar Wanadri (organisasi pendaki gunung dan penjelajah rimba).(SKD)
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
