Logo Header Antaranews Sulteng

Komnas Ham Dukung Tindakan Tegas Pengacau Keamanan

Selasa, 25 Juni 2013 04:39 WIB
Image Print
Anggota Komnas Hak Asasi Manusia, Siane Indriani (antaranews)
Tindakan tegas itu penting. Saya mendukung, karena jika konflik itu tidak mendapat tindakan tegas justru mengganggu hak asasi orang lain yang tidak terlibat konflik

Palu, (antarasulteng.com) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu yang akan menindak tegas kepada para pelaku konflik dan pengganggu keamanan daerah itu.

"Tindakan tegas itu penting. Saya mendukung, karena jika konflik itu tidak mendapat tindakan tegas justru mengganggu hak asasi orang lain yang tidak terlibat konflik," kata Anggota Komnas HAM RI Siane Indriyani dihubungi dari Palu, Senin malam.

Siena mengemukakan hal itu terkait instruksi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola kepada Polri dan TNI di daerahnya agar menindak tegas pelaku kekacauan di daerah tersebut.

Instruksi tersebut dikemukakan Longki Djanggola pada pembahasan rencana penerapan Inpres Nomor 2/2013 tentang Keamanan dan Ketertiban Dalam Negeri di Palu, Senin sore.

Instruksi serupa juga dikemukakan Wali Kota Palu Rusdy Mastura, agar Polri dan TNI bertindak tegas kepada warganya yang terlibat konflik hingga diproses ke pengadilan.

Pada Sabtu (22/6) sore, sebanyak 23 warga Kota Palu ditangkap karena terlibat bentrok antarwarga dalam satu kelurahan.

Siena mengatakan jika tidak ada tindakan tegas dari aparat keamanan kepada para pelaku konflik, justru aparat terkesan melakukan pembiaran atas pelanggaran hak asasi manusia orang lain.

"Kalau tidak ada tindakan tegas bisa lebih banyak korban. Itu juga pelanggaran hak asasi manusia. Nah makanya tolong ditindaki. Polisi jangan membiarkan," katanya.

Siena mengatakan tindakan tegas itu bukan berarti tembak di tempat, namun sesuai standar prosedur operasi aparat kemanan.

"Misalnya dengan peringatan, dibubarkan, lalu tembakan ke udara sebagai peringatan. Baru kemudian dilumpuhkan," katanya.

Siena mengakui bahwa dirinya hampir setiap pekan mendengar berita konflik di Sulawesi Tengah. Mantan jurnalis itu mengatakan konflik itu tidak boleh dibiarkan membesar karena dapat mengganggu hak asasi orang lain.

"Ke depan harus ada pencegahan awal sebelum konflik itu meluas," katanya. ***2***

(T.A055)

(T.A055/B/R007/R007) 24-06-2013 20:16:55



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026