Roti buaya berkalung ban di Palu diburu warga

id Buaya, kalung, palu

Roti buaya berkalung ban di Palu diburu warga

Salah satu bentuk roti buaya berkalung ban yang saat ini dijual di toko-toko roti di Kota Palu, Sulawesi Tengah. (ANTARA/Sulapto Sali).

"Yang agak besar Rp 80 ribu, sementara yang kecil harga delapan ribu," jelasnya.
Palu (ANTARA) - Roti berbentuk buaya berkalung ban yang dijual di sejumlah toko roti di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diburu oleh warga setempat.

"Dari kemaren saya mengetahui kalau ada toko roti yang jual roti buaya berkalung ban, dan saya coba cari juga, akhirnya ketemu dan sempat beli satu ini," kata Heri (33), di salah satu toko roti di Kota Palu yang menjual roti buaya berkalung ban, Rabu.

Heri mengatakan roti berbentuk buaya berkalung ban itu menjadi viral di tengah ramainya pemberitaan media soal upaya penangkapan untuk penyelamatan seekor buaya yang lehernya terlilit ban luar sepeda motor di Sungai Palu, namun hingga kini belum juga bisa ditangkap.

"Ada beberapa toko katanya yang jual roti buaya ini, dan beberapa tempat lain lagi, pas tadi lewat sini saya mampir sekalian beli. Rotinya unik," katanya.

Heri katakan, roti buaya berkalung ban itu dibeli untuk anaknya yang baru berusia lima tahun yang terus meminta untuk dibelikan roti buaya berkalung ban tersebut.

"Anak-anak yang suka, sementara untuk rasa kayaknya sama dengan roti-roti lain, cuma karena unik bentuknya ada bannya sehingga anak minta," ujarnya. 

Menurut Kristin (19),  salah satu pegawai toko roti yang menjual roti buaya berkalung ban di Kota Palu, roti tersebut selalu habis terjual setiap hari.

"Toko ini ada beberapa cabang, dan semua menjual roti buaya berkalung ban. Khusus toko yang di sini roti buaya berkalung ban masuk malam, dan selalu habis terjual setiap hari," jelasnya.

Kristin katakan setiap hari toko roti tempatnya bekerja menyediakan puluhan roti buaya berkalung dari beberapa ukuran dan harga.

"Yang agak besar Rp 80 ribu, sementara yang kecil harga delapan ribu," jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, toko roti di mana dia bekerja telah menjual roti buaya, namun tidak ada bannya.

"Karena lagi viral buaya berkalung ban maka dibuat juga sama bos roti buaya berkalung ban seperti ini," jelasnya.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar