BPOM tak temukan residu pestisida Chlorpyrifos pada Anggur Shine Muscat
- 04 November 2024 21:40 WIB, 2024
Sejumlah warga menunjukkan sertifikat hak milik tanah yang baru diterimanya dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono di kawasan Huntap Petobo Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (28/4/2024). Menteri ATR/BPN menyerahkan 1.102 sertfikat tanda bukti hak milik kepada penyintas bencana likuifaksi di kawasan huntap yang dibangun di atas tanah konsolidasi seluas 26 hektare itu. ANTARA/Basri Marzuki
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) meladeni warga berswafoto usai menyerahkan sertifikat tanah di kawasan Huntap Petobo Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (28/4/2024). Menteri ATR/BPN menyerahkan 1.102 sertfikat tanda bukti hak milik kepada penyintas bencana likuifaksi di kawasan huntap yang dibangun di atas tanah konsolidasi seluas 26 hektare itu. ANTARA/Basri Marzuki
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (ketiga kanan) didampingi Gubernur Sulteng Rusdy Mastura (kedua kiri) dan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid (kiri) berdialog dengan warga usai menyerahkan sertifikat tanah di kawasan Huntap Petobo Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (28/4/2024). Menteri ATR/BPN menyerahkan 1.102 sertfikat tanda bukti hak milik kepada penyintas bencana likuifaksi di kawasan huntap yang dibangun di atas tanah konsolidasi seluas 26 hektare itu. ANTARA/Basri Marzuki
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (tengah depan) bersama Gubernur Sulteng Rusdy Mastura (kedua kiri depan) dan anggota Komisi V DPR Anwar Hafid (kanan depan) berfoto bersama para penyintas bencana usai menyerahkan sertifikat tanah di kawasan Huntap Petobo Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (28/4/2024). Menteri ATR/BPN menyerahkan 1.102 sertfikat tanda bukti hak milik kepada penyintas bencana likuifaksi di kawasan huntap yang dibangun di atas tanah konsolidasi seluas 26 hektare itu. ANTARA/Basri Marzuki