Logo Header Antaranews Sulteng

Satgas terpadu Parimo perkuat patroli pembersihan sisa karhutla

Selasa, 10 Februari 2026 22:41 WIB
Image Print
Petugas dan warga berupaya memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Satuan tugas (satgas) terpadu Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus memperkuat kegiatan patroli dan pembersihan sisa-sisa bara api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area-area terdampak.

"Sekarang lebih kepada kegiatan patroli sembari pembersihan sisa bara api menggunakan alat manual berupa tanki semprot," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai di hubungi dari Palu, Selasa.

Ia menjelaskan sebagian besar area terdampak telah teratasi, hanya saja masih terdapat sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran, karena bara api belum sepenuhnya padam.

Ditambah kondisi medan yang sulit dijangkau ke titik tersebut, karena berada di atas gunung dengan waktu tempuh berjalan kaki sekitar 60 menit.

"Kondisi ini menjadi tantangan kami di lapangan, meski begitu kami optimis situasi ini bisa diatasi berkat kekompakan tim di lapangan," ujarnya.

BPBD juga meminta pemerintah kecamatan dan desa segera merampungkan pendataan lahan warga yang terdampak karhutla, untuk dilaporkan kepada Kepala daerah guna tindak lanjut penanganan.

Data sementara dirilis tim terpadu penanggulangan karhutla, luas lahan terdampak sekitar 149,2 hektare dari sebelumnya 147 hektare.

"Hingga hari ke sembilan bencana karhutla, kami terus bersiaga sembari membersihkan sisa-sisa bara api, supaya tidak berpotensi menimbulkan kebakaran," ucapnya.

Ia juga menanggapi usulan pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama maupun tokoh adat setempat dalam urusan edukasi dan penegakan hukum bagi warga yang melakukan pembakaran lahan.

"Usulan itu bagus, kami segera mengadakan pertemuan dewan adat, rokok masyarakat maupun tokoh agama setempat, sebagai upaya pencegahan dan pelibatan masyarakat dalam penanggulangan karhutla," tutur Rivai.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026