Roy Marten sebut banyak artis tidak paham pajak penghasilan
Kamis, 12 Maret 2020 8:24 WIB
Roy Marten saat ditemui dalam acara diskusi soal pajak yang diselenggarakan oleh Dirjen Pajak Jakarta Timur, Rabu (11/3/2020). (ANTARA/Yogi Rachman)
Jakarta (ANTARA) - Aktor senior Roy Marten menyebut masih banyak rekannya sesama artis yang tidak mengerti cara pemotongan pajak untuk profesi artis.
Ditemui dalam acara diskusi soal pajak yang diselenggarakan oleh Dirjen Pajak Jakarta Timur, Rabu (11/3), Roy mengatakan para publik figur itu kerap kesulitan ketika harus mengakumulasi pajak penghasilannya.
"Para artis ini lebih nyaman dipotong lebih besar, tapi di depan daripada di belakang, karena artis kehidupannya tidak menentu, ketika kami menerima honor sekian-sekian kemudian ditag satu tahun lagi kemungkinan besar uangnya sudah tidak ada, itu kesulitan," kata Roy Marten.
Selain itu, Roy Marten mengatakan kebanyakan para artis merasa penghasilannya sudah dipotong pajak, sehingga tidak perlu lagi membayar pajak penghasilannya.
"Kedua, setiap pemain sinetron merasa dirinya sudah kena pajak dari perusahaan, jadi semua membayar. Tapi, ternyata harus membayar pajak lagi karena itu aturannya. Artis merasa kan sudah bayar. Belum, masih ada pajak progresif yang jumlahnya jauh lebih besar, itu yang harus kita bayar masalahnya itu kadang uangnya sudah habis," ujar dia pula.
Ayah Gading Marten itu pun mengharapkan adanya aturan baru jika pemotongan pajak penghasilan untuk para artis bisa diterapkan di awal.
"Misalnya saya dapat Rp25 juta dipotong 10 persen, lebih gampang saya hitungnya dibandingkan nanti di belakangan satu tahun duitnya habis baru kena pajak, itu setengah mati," katanya lagi.
Ditemui dalam acara diskusi soal pajak yang diselenggarakan oleh Dirjen Pajak Jakarta Timur, Rabu (11/3), Roy mengatakan para publik figur itu kerap kesulitan ketika harus mengakumulasi pajak penghasilannya.
"Para artis ini lebih nyaman dipotong lebih besar, tapi di depan daripada di belakang, karena artis kehidupannya tidak menentu, ketika kami menerima honor sekian-sekian kemudian ditag satu tahun lagi kemungkinan besar uangnya sudah tidak ada, itu kesulitan," kata Roy Marten.
Selain itu, Roy Marten mengatakan kebanyakan para artis merasa penghasilannya sudah dipotong pajak, sehingga tidak perlu lagi membayar pajak penghasilannya.
"Kedua, setiap pemain sinetron merasa dirinya sudah kena pajak dari perusahaan, jadi semua membayar. Tapi, ternyata harus membayar pajak lagi karena itu aturannya. Artis merasa kan sudah bayar. Belum, masih ada pajak progresif yang jumlahnya jauh lebih besar, itu yang harus kita bayar masalahnya itu kadang uangnya sudah habis," ujar dia pula.
Ayah Gading Marten itu pun mengharapkan adanya aturan baru jika pemotongan pajak penghasilan untuk para artis bisa diterapkan di awal.
"Misalnya saya dapat Rp25 juta dipotong 10 persen, lebih gampang saya hitungnya dibandingkan nanti di belakangan satu tahun duitnya habis baru kena pajak, itu setengah mati," katanya lagi.
Pewarta : Yogi Rachman
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
PT Vale Indonesia buka lowongan kerja hingga 17 April 2026, Ini daftar posisinya
14 April 2026 9:20 WIB
Naik peringkat raih PROPER hijau 2026, langkah nyata DSLNG perkuat kinerja lingkungan
12 April 2026 17:44 WIB
Tips berkendara honda jago #Cari_Aman, perempuan tetap happy di jalan di momen Hari Kartini
08 April 2026 17:10 WIB
Menyalakan pelita pendidikan dari Loeha Raya, Komitmen Vale menyemai generasi masa depan
20 March 2026 10:18 WIB
PT Poso Energy gelar apel siaga pengamanan pasokan listrik perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah
16 March 2026 11:30 WIB