Jepang Kembangkan Robot Pemetik Stroberi
Minggu, 29 September 2013 10:16 WIB
(antaranews)
Tokyo (antarasulteng.com)
- Sebuah robot memetik stroberi matang pada saat sang petani menikmati
tidurnya pada Rabu diresmikan di Jepang, dan pengembangnya mengatakan
robot tersebut bisa mengurangi dua pertiga beban kerja mereka.
Perangkat itu, yang dapat memetik, mengumpulkan setangkai buah setiap delapan detik, menggunakan tiga kamera untuk menentukan stroberi siap petik sebelum lengannya melesat keluar dan stroberi petikannya dimasukkan ke keranjang.
Robot dua meter itu bergerak di rel di antara deretan stroberi, yang biasanya ditanam di perkebunan rumah kaca di Jepang.
Robot dilengkapi alat yang "menghitung tingkat kematangan warna stroberi, yang mengamati dengan dua kamera digital", kata Mitsutaka Kurita, seorang pejabat Shibuya Seiki yang mengembangkan mesin itu.
"Robot ini juga menggunakan gambar dari dua kamera untuk menghitung jarak dari target, kemudian mendekati stroberi yang menjadi tujuannya," katanya.
Sebuah kamera ketiga kemudian mengambil gambar rinci tentang buah, yang digunakan sebagai perhitungan terakhir sebelum bergerak untuk memetik.
Pertanian stroberi sangat padat karya, membutuhkan 70 kali lebih teliti dari menanam padi, membutuhkan dua kali lipat dari tomat dan mentimun, kata pernyataan pengembang Organisasi Penelitian Pertanian Nasional Pangan.
"Robot ini akan memanen dua-pertiga dari stroberi pada malam hari ketika petani sedang tidur," kata Kurita.
"Petani kemudian dapat mengambil sisa stroberi yang robot tidak bisa mendapatkan," katanya.
Robot tersebut akan dijual awal tahun depan dengan harga sekitar lima juta yen (sekitar 50.000 dolar AS).
Stroberi tersedia sepanjang tahun di Jepang, di mana mereka biasanya dijual dengan harga setidaknya 500 yen untuk keranjang bundar kecil.
(AK/skd)
Perangkat itu, yang dapat memetik, mengumpulkan setangkai buah setiap delapan detik, menggunakan tiga kamera untuk menentukan stroberi siap petik sebelum lengannya melesat keluar dan stroberi petikannya dimasukkan ke keranjang.
Robot dua meter itu bergerak di rel di antara deretan stroberi, yang biasanya ditanam di perkebunan rumah kaca di Jepang.
Robot dilengkapi alat yang "menghitung tingkat kematangan warna stroberi, yang mengamati dengan dua kamera digital", kata Mitsutaka Kurita, seorang pejabat Shibuya Seiki yang mengembangkan mesin itu.
"Robot ini juga menggunakan gambar dari dua kamera untuk menghitung jarak dari target, kemudian mendekati stroberi yang menjadi tujuannya," katanya.
Sebuah kamera ketiga kemudian mengambil gambar rinci tentang buah, yang digunakan sebagai perhitungan terakhir sebelum bergerak untuk memetik.
Pertanian stroberi sangat padat karya, membutuhkan 70 kali lebih teliti dari menanam padi, membutuhkan dua kali lipat dari tomat dan mentimun, kata pernyataan pengembang Organisasi Penelitian Pertanian Nasional Pangan.
"Robot ini akan memanen dua-pertiga dari stroberi pada malam hari ketika petani sedang tidur," kata Kurita.
"Petani kemudian dapat mengambil sisa stroberi yang robot tidak bisa mendapatkan," katanya.
Robot tersebut akan dijual awal tahun depan dengan harga sekitar lima juta yen (sekitar 50.000 dolar AS).
Stroberi tersedia sepanjang tahun di Jepang, di mana mereka biasanya dijual dengan harga setidaknya 500 yen untuk keranjang bundar kecil.
(AK/skd)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi ungkap peran tersangka RE dalam kasus robot trading Wahyu Kenzo
16 March 2023 16:25 WIB, 2023
Universal Robots dan tokoh teknologi berkumpul di pameran cobot virtual
09 October 2020 10:18 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan & Iptek
Lihat Juga
DSLNG latih guru penggerak Banggai kuasai pembelajaran berbasis kecerdasan buatan
28 January 2026 10:55 WIB
Rektor UIN Datokarama Palu perjuangkan hak generasi muda peroleh pendidikan
25 January 2026 18:45 WIB
Pemkab Poso perkuat sinergi dengan pusat untuk pengembangan pendidikan tinggi
16 January 2026 20:13 WIB