Untad Palu tambah 13 Guru Besar perkuat daya saing pendidikan tinggi

id Untad, universitas Tadulako, guru besar, dosen, pendidikan tinggi, kampus untad, Perguruan tinggi, kota Palu, Sulawesi Tengah, sulteng

Untad Palu tambah 13 Guru Besar perkuat daya saing pendidikan tinggi

13 Guru Besar baru dari berbagai bidang keilmuan dikukuhkan lewat rapat senat luar biasa sekaligus penerimaan anggota Dewan Guru Besar Universitas Tadulako di Palu, Senin (26/1/2026). (ANTARA/HO-Humas Untad)

Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah menambah 13 Guru Besar baru sebagai upaya percepatan penguatan kualitas subur daya manusia (SDM) dan daya saing pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global.

13 Guru Besar dari berbagai bidang ilmu dikukuhkan lewat rapat senat luar biasa pengukuhan Guru Besar dan penerimaan Anggota Dewan Guru Besar yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Untad di Palu, Senin.

Ketua Senat Universitas Tadulako Prof Djayani Nurdin mengatakan hingga Januari 2026 Untad telah memiliki 134 Guru Besar, jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan awal 2023 yang masih berjumlah 54 Guru Besar.

“Capaian ini tidak terlepas dari komitmen kuat pimpinan universitas, khususnya rektor dan seluruh jajaran dalam menunjang percepatan peningkatan jabatan akademik tertinggi bagi dosen,” kata dia.

Ia menjelaskan percepatan tersebut turut didukung pembentukan Komite Integritas Akademik oleh Rektor Untad, komite itu berperan melakukan validasi sekaligus pendampingan kepada dosen pengusul Guru Besar supaya seluruh proses pengajuan berjalan secara akuntabel dan berintegritas.

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako Prof Amar menegaskan, peningkatan jumlah Guru Besar merupakan langkah penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

Ia menyoroti kondisi nasional, di mana dari sekitar 312.626 dosen aktif di Indonesia, hanya sekitar 2,61 persen yang menyandang gelar Guru Besar atau Profesor, di lingkungan Untad presentasi Guru Besar telah mencapai sekitar delapan persen dari total dosen, mendekati target institusi sebesar 10 persen.

“Momentum pengukuhan ini menjadi kontribusi nyata Universitas Tadulako dalam mendukung pembangunan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia Guru Besar tidak hanya dipandang sebagai capaian akademik tertinggi, tetapi juga sebagai motor penggerak riset unggulan, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan.

Kepakaran para Profesor diharapkan mampu melahirkan riset yang berdampak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjawab tantangan global seperti transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, kesehatan, dan mitigasi bencana.

Selain itu, dosen bergelar profesor juga memiliki peran strategis sebagai mentor akademik dalam membangun ekosistem keilmuan yang sehat, menjaga integritas ilmiah.

"Termasuk menyiapkan generasi intelektual yang adaptif serta berdaya saing global," kata Amar berharap.

Pada kesempatan tersebut, 13 Guru Besar yang dikukuhkan diterima sebagai anggota Dewan Guru Besar Universitas Tadulako oleh Ketua Dewan Guru Besar Untad Prof Faturrahman.

Belasan Guru Besar tersebut yakni Prof. Dr. Sitti Rahmawati, S.Pd., M.P.Kim.; Prof. Dr. Ir. Padang Hamid, S.Pt., M.P.; Prof. Dr. Jamaludin M. Sakung, S.Pd., M.Kes.; Prof. Dr. Nurhayati, S.Ag., M.Pd.I.; Prof. Dr. I Komang Werdhiana, M.Si.; Prof. Dr. Pathuddin, S.Pd., M.Si.; Prof. Dr. Irwan Waris, M.Si.; Prof. Dr. Samsurizal M. Suleman, M.Si.; Prof. Dr. Yassir Arafat, S.T., M.T.; Prof. Dr. Syamsuddin, S.H., M.H.; Prof. Dr. Ir. Hamzari, M.Sc.; Prof. Dr. Bakri, S.T., Grad.Dipl., M.Phil.; serta Prof. Dr. Agus Lanini, S.H., M.Hum.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.